Pagi-pagi sekali, Elena sudah bangun, menyiapkan makanan untuk anak-anak juga suaminya. Jam di dinding sudah menunjukan pukul 06.03 WIB, Elena membawa semangkuk bubur untuk suaminya. Mumpung Reina masih tidur, jadi ia bisa mengurusi Arlan lebih dulu tanpa harus direcoki oleh putri kecilnya itu. "Lan... bangun dulu, yuk. Makan." Arlan hanya menggeliat kecil kemudian bergerak memunggungi istrinya. Kantuk masih mendominasi, membuatnya enggan membuka mata. Elena geleng-geleng. Perempuan itu meletakkan mangkuk di atas nakas kemudian merangkak naik ke tempat tidur. "Sayang... " lirih Elena sembari memberikan kecupan singkat di hidung mancung Arlan. Berhasil. Arlan membuka matanya perlahan, "Apa, El?" "Masih pusing gak? Makan dulu, Lan. Ayo aku suapin mumpung Reina masih tidur." "Sedikit. C

