Galang menaruh gelas berisi s**u cokelat di atas meja lalu duduk disamping Viany yang masih menatap ponselnya, "itu s**u kamu udah mas bikinin. Di minum sana, keburu dingin. Raga lagi sibuk, mungkin. Nanti kalau udah enggak sibuk, pasti telepon kamu." Ucap Galang yang mengelus pundak adiknya itu dengan pelan. Salah-salah dia bisa kena pukulan bumil satu ini. Viany memang sedang dalam kondisi sensitif-sensitifnya. Jika tidak marah-marah, maka jurus andalannya adalah menangis. "Mas Galang enggak ngerasain sih khawatirnya aku nungguin kabarnya mas Raga. Masa telepon istrinya sendiri, cuma sekali dalam seminggu. Jangan-jangan mas Raga di sana ketemu sama perempuan, terus jatuh cinta dan enggak pulang nemuin aku lagi mas." Galang menghela napas panjang. Apa semua ibu-ibu hamil itu membuat pusi

