Raga masih saja tertawa bahkan saat mobilnya sudah masuk ke halaman rumahnya. Kejadian di supermarket tadi memang tidak mampu membuatnya berhenti tertawa. Sedangkan Viany sudah membuka pintu rumah setelah Raga turun dari mobil dengan ekspresi wajah yang cerianya. Berbanding terbalik dengan wajah kesal Viany karena sudah menunggu Raga sejak tadi. Yang katanya tidak akan lama, tapi nyatanya Viany juga sampai lelah menunggu. Apalagi cacing di perutnya juga sudah membuat grup seriosa. Raga menutup mulutnya setelah melihat Viany yang mirip sekali dengan ibu indekos minta tagihan uang indekos. Dengan melipat kedua tangannya di d**a sambil terus memelototi Raga yang sedang menenteng dua plastik belanjaan yang baru dia turunkan dari mobilnya. Laki-laki itu sudah berdiri di depan Viany yang mungki

