Raga menggeret kopernya dari depan pintu masuk yang masih dijaga ketat oleh laki-laki dengan seragam doreng. Viany memeluk lengan Raga dengan lengan kiri karena tangan kanannya dia gunakan untuk menggeret koper yang satunya. Tatapan mereka berubah menghangat saat mata mereka menangkap sosok Raga yang masih memakai pakaian biasa, tanpa seragam atau tanda pengenal apapun di pakaiannya. Keduanya beranjak dan melihat ke arah laki-laki bertubuh tegap yang baru saja membawa sang istri. Mereka nampak antusias karena bertambahnya pasangan baru di sini. Raga mendekat dan menyalami keduanya dengan mantap sambil menanyakan hal yang sebenarnya tidak Viany pahami. Lagipula dia hanya melihat sekeliling tempat baru yang akan mengukir sejarah di dalam hidupnya. Dulu, bapaknya memang tinggal di rumah din

