PANGGIL AKU...

1306 Words

"Panggil aku..." Tama berpikir. "Apa?" Vya menatapnya dengan penasaran. "Bapak memiliki jabatan dan status lebih tinggi daripadaku. Aku rasanya segan." "Lebih tinggi bagaimana? Kamu bukan bawahanku," Tama sedikit memalingkan muka. Rasanya malu juga dengan topik bahasan ini. "Mmm.. Aku bisa dibilang berada di middle level management, kalau bapak sudah masuk top top top level management. Tepatnya over the top management," Vya mengerutkan keningnya sambil berpikir. Tama menahan tawanya. Mana ada over the top management? Ada ada saja. "Tapi kita bekerja di kantor yang berbeda," Tama mengeles. "Lagipula.. Mmm.. Melihat sikapmu kepadaku, tidak seperti segan. Kamu.. Mmm.. Cenderung bebas." "I-iya juga sih.." Vya menggigit bibirnya, "Euh maksudku, aku segan pada bapak, tapi tidak membuat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD