Saga menahan senyumnya melihat ekspresi Arumi yang terkaget kaget. "Jangan kaget seperti itu," Saga mencubit pipinya. "Lain waktu kita bahas lebih lanjut. Tidak malam ini." Arumi kembali menunduk, kakinya menendang nendang rerumputan di dekat kolam ikan. Diam diam ia tersenyum. Ini perasaan yang menyenangkan. Sangat berbeda dibanding waktu Ravi yang mengajakku menikah. Kali ini, aku bisa merasakan ketulusan dan juga rasa sayang. Saga lelaki yang tepat dan baik untukku. "Apa yang kamu lakukan seharian ini?" Saga ingin tahu. "Aku di kebun seharian," Arumi tersenyum. "Senang? Wajahmu bersinar sinar begitu," Saga tersenyum. "Iya berkebun membuatku bahagia, Jadi, waktu tinggal di rumah itu, mmm.. Aku mencoba mencari kesibukan, ternyata saat menyiram dan merawat tanaman, membuatku

