Vya menatap Tama, "Apa kita coba pancing Ravindra dengan dua milyar itu sekarang?" "Lakukan! Kita lihat, apa dia memiliki aset tersembunyi atau tidak," ujar Tama. "Bagaimana kalau aku harus transaksi hari ini juga untuk memancing ceritanya?" Vya melirik ke arah Tama. "Dua milyar tidak sulit, bisa aku siapkan segera. Jadi lakukan saja," ucap Tama. "Wuihhh.. Jadi konglomerat memang serba mudah. Uang dua milyar dalam sekejap? Ck ck ck..." Vya geleng geleng kepala. Tama mencoba tenang. Kenapa ya perempuan di hadapanku ini bisa membuat emosiku bergejolak? Tadi aku sudah senang dia memujiku. Eh, sekarang kembali bersikap menyebalkan. Apa juga salahnya jadi konglomerat? Tanpa perusahaan yang dibangun kakek, akan ada ratusan ribu orang tidak memiliki pekerjaan dan jadi pengangguran. D

