episode 7

1071 Words
Ica diam seribu bahasa ketika memasuki sebuah ruangan dimana ia menemukan orang yang paling berharga dalam hidup nya. Rambut kusut dan dan boneka yang selalu setia menemani berada ditangannya. "Bu.." Wanita itu menoleh dan Ica tau tak akan ada jawaban dari nya. "Siapa kamu!!jangan...jangan ambil putra ku .. pergi!!!" Tubuh Ica didorong keras hingga jatuh ke lantai wanita paruh baya itu menangis ketakutan memeluk lutut nya. "Ibu...ini Anisa ..." "Pergi...jangan ambil anak ku!" teriaknya lagi. "Dokter, apa perlu saya bantu?" ujar salah satu petugas rumah sakit jiwa yang mengenal Anisa. "Tidak , terimakasih,saya hanya perlu sedikit mengenal kan diri lagi." balas Anisa dan petugas itu berjaga dekat pintu takut pasiennya mengamuk dan dia bisa langsung mengurusi. "Ibu..jangan takut...ica ga akan ambil ka Rey kok,Ica cuman kangen sama kalian,ibuk ga kangen sama Ica?" lirihnya parau dengan mata berkaca-kaca. "A..Anisa.." wanita itu menatap takut takut . "Iya ini Ica,Bu. Anak Ibu,adik nya kak Rey." "Ica anak ku ...Ibu sayang Ica Ica jangan pergi...." Ia memeluk Anisa "Pasti Bu..Ica akan selalu bersama ibu .." jawabnya dengan air mata mengalir di pipi nya. "Ibu udah makan?" Wanita itu menggeleng. "Baik , sekarang ibu makan ya,Ica siupin..." "H'm...kakak kamu juga lapar dia mau makann." ujarnya cepat menunjuk boneka lusuh dipelukan nya. "Iya kita makan sama-sama ya." Petugas sudah diberi tau Ica kalau dia mau kesana dan ingin bawa makanan untuk ibunya jadi dengan memohon ia meminta petugas rumah sakit untuk tidak memberikan ibunya makanan dulu karena ia tau ibunya akan menolak makanan yang dia bawa jika sudah makan. Dengan bercucuran air mata Anisa terus menyuapi ibunya dan tak lupa juga berpura-pura menyuapi si boneka agar ibunya tenang. Sebenarnya ia ingin cerita kalau dirinya sudah menikah tapi melihat kondisi ibunya sekarang lebih baik dia menyimpan nya saja sampai waktu yang tepat. "Ica pulang dulu ya,Bu., Besok Ica bawain makanan lagi buat Ibu..." "Buat kakak kamu juga dong." "Iya pasti." Setelah melepas rindu dengan menyuapi,menyisir rambut ibunya dan menciumi nya Anisa pulang karena takut suaminya tak menemukan dirinya di apartemen. Sepanjang perjalanan tak hentinya ia menangis bahkan jika supir taksi tidak memberi tahu dia sudah sampai maka dia tak akan tau mau kemana. Pikiran nya terus tertuju pada ibunya yang belum juga membaik setelah sekian lama,Ica tau ibunya merindukan seseorang yang Anisa juga sangat merindukan nya bahkan lebih dari apapun. "Udah kemana aja jam segini baru pulang?" Seseorang di depan tv bertanya dengan sinis dan menatap tajam. "Keluyuran? lupa sudah bersuami hah!!!" Hardiknya lagi. "Abis ketemu Ibu." jawab Anisa sekenanya dan mengambil air minum di kulkas. Tenggorokan nya kering karena menangis. Ia melangkah ke kamar nya tanpa mempedulikan suaminya pikirannya sedang kacau. Ryan pov!) Sial... Mama telpon dan nanyain dia tapi dia ga ada disini alhasil aku kena lambe turah mama karena mama pikir aku membiarkan menantunya bekerja sampe malem. Seharusnya bukan urusan ku dia mau kemana tapi karena mama maka aku harus menunggu nya pulang Kulirik jam sudah pukul 7 dan dia belum juga pulang. Apa iya pihak rumah sakit mempekerjakan Dokter nya 24 jam penuh ,kurasa tidak!! Aku yakin dia pasti keluyuran dengan temannya yang beberapa waktu lalu ku lihat bersama nya. Aku bisa saja menelpon tapi argh aku malas,nanti dia jadi ke PD an Cklek!! Pintu terbuka dan kutemukan dia buru-buru melewati ku. Hey! Apa dia tidak melihat ku Segede gini di depan tv . Apa dia buta?? "Udah kemana aja jam segini baru pulang?" tanya ku sinis sebelum dia masuk kamarnya, "keluyuran!Lupa kalau sudah bersuami hah!!!" Sial nya di hanya diam dan balas dengan senyuman. "Abis ketemu Ibu." jawab nya lalu mengambil Minuman di kulkas. Aku diam sejenak memikirkan sesuatu Iya,sudah sebulan lebih aku menikah paksa dengan nya tapi sampe detik ini aku belum pernah bertemu ibu Fatimah ibunya. Kemana dia? Bahkan saat acara pernikahan pun Bu Fatimah ga hadir dan acara keluarga apapun dia ga ada juga. Sebenarnya aku ingin bertanya lagi tapi mata istri sialan ku terlihat sembab dan aku membiarkan nya saja pergi tanpa sepatah kata pun . ")Ica udah pulang ,mama tenang aja Dia baik-baik aja tadi ada urusan bentar.) Ku kirim SMS itu ke mama yang dari tadi ga habis habisnya nanyain perempuan sialan ini. Apa hebatnya sih dia Dimata mama Padahal yang lebih baik dan lebih cantik dari dia masih banyak. Apalagi dengan ketampanan dan harta ku pasti semuanya bertekuk lutut tapi sialnya aku harus terjebak dalam pernikahan ini dengan dia. ***** Benar-benar pagi ini dia tidak seperti biasanya,tidak menyiapkan air hangat,handuk ,baju bahkan lainya ku lakukan sendiri. Memang aku yang menyuruh nya, Yahh dan ini untuk pertama kalinya aku menyiapkan keperluan ku sendiri,dirumah ada bibik yang selalu menyiapkan nya dan sekarang...Arg!!! Aku sudah rapi dan siap berangkat tapi langkah ku terhenti saat melihat pintu kamarnya masih tertutup rapat Apa dia sudah berangkat? apa dia sudah tidak punya sopan santun lagi? Padahal setiap hari dia selalu berpamitan meski ku abaikan. Baiklah apa peduliku,lagi pula banyak urusan yang lebih penting dari cari tau tentang nya . *** "Selamat pagi pak." "Pagi..." "Pak....ini sekertaris baru bapak." Aku menoleh melihat kedatangan seseorang dibalik karyawan ku. "Elma!!!" "A.adrian..." "Wah rupanya kalian sudah saling kenal." "Kamu boleh balik ke ruangan kamu." "Baik pak permisi." Sekarang tinggal kami berdua,aku dan dia..Elma,sang masa lalu ku. "Wah. . aku ga nyangka loh bisa ketemu kamu lagi, apalagi untuk kerja di perusahaan kamu seperti ini." "Iya aku juga ga nyangka ketemu kamu lagi setelah 7 tahun lamanya kita ga ketemu, silahkan duduk." "Kamu apa kabar"tanya nya setelah duduk dihadapan ku. "Baik." "Btw kamu udah nikah ya,congrat ya." "Kamu tau dari mana?" "Itu" dia menunjukkan dengan pandangan nya pada semua figura lengkap dengan foto pernikahan ku dengan Ica,sial! seperti nya aku tau ini kerjaan siapa. Padahal aku tak pernah sedikitpun berniat untuk memajang foto pernikahan ku , pernikahan yang tak ku ingin kan. "Kenapa" tanya nya membuyarkan lamunanku. "Eh,ga apa kok,iya aku sudah menikah dengan pilihan orang tua ku." "Owh.. dijodohin." dia menahan tawanya. "Ternyata ada juga Siti Nurbaya versi cowok." ejeknya terkekeh. Dan aku benci itu. "Sudahlah tak usah di bahas lagi." lirih ku dan dia langsung mengiyakan. Dia selalu seperti ini dari dulu Selalu nurut dan ngerti aku Dia..gadis yang selama ini Ada dalam hatiku. Cinta pertama ku diwaktu SMA Dan sekarang dia kembali dihadapan ku setelah pergi entah kemana dengan segala kenangan itu. Aku selalu merindukan senyum manis dan suara lembutnya selama ini,benar-benar tak di sangka aku dan dia bisa ketemu lagi dan bahkan satu kantor dengan nya, tepatnya dia sekertaris ku... . POv end!!!!
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD