Keduanya sudah ada di rumah milik Surya Parhani,ayah Anisa. Mereka di sambut hangat oleh Parhan dan juga seisi rumah. "Ayah sendiri gimana kabarnya?" tanya Ryan menyalami pria paruh baya itu setelah tadi dia yang di tanyakan. "Baik juga nak Ryan." Mereka berbincang berbagai macam hal,mulai dari urusan bisnis dan merambat ke keluargaan. "Jadi kapan nih,Ayah bisa punya cucu. Ayolah,kalian berdua ga lihat kah Ayah udah setengah abad gini," celetuk nya membuat kedua anak nya saling melempar tatapan seolah bingung mau menjawab apa. Ica menghela nafas panjang sebanyak-banyaknya sebelum menjawab. "Belum saatnya Yah,Ica juga masih seneng kerja. Nanti kalo punya anak kan ga bisa lagi puas kerja seperti sekarang." "Jangan mikir kerja mulu,Nak. Emang Ryan ga mau nafkahi kamu sampe kamu seseman

