Rosella merasa bingung sekaligus lega. Di satu sisi, Dio memperlakukannya seperti barang dagangan, tetapi di sisi lain, dia diselamatkan dari rasa malu yang luar biasa itu. Meski demikian, komentar mengenai gelang yang dipakainya tetap saja membuatnya kesal. Jika benar-benar harus menikah, Rosella berjanji akan memasukkan racun ke dalam kopinya suatu saat nanti. “Kamu bahkan belum dengar apa keuntungan bisnis yang bakal kamu dapat,” celetuk pria di sebelah Dio. Rosella sadar, ayahnya memang belum menjelaskan perusahaan apa yang menjadi bagian dari perjanjian ini. “Hans, diam dan jangan ikut campur,” geram Dio singkat. Nada suaranya membuat Rosella sedikit merinding. “Sudah ... ada yang mau nawar lebih tinggi lagi?” tanya Baimm sambil memandangi semua orang yang tadi tampak antusias ingi

