Teori Darah

1139 Words

Dio melepas jasnya dan menyodorkan ke arah Hans. Sepupunya itu menatap Rosella dengan waspada. "Aku aman kok. Udah selesai, sih," ujar Rosella cepat. Ia menunjuk tubuh wanita yang terpotong-potong di lantai dengan ujung pisaunya. "Ternyata melakukan hal begini beda banget sama merajut benang." Dio pun mendengus pelan, rasanya campur aduk antara lega dan kagum. "Enggak juga sih. Jujur, kelihatannya jauh lebih seru dan menantang." Rosella menatapnya tajam dengan sorot mata yang selalu Dio sukai. "Kayaknya aku bakal betah banget jadi suamimu." Dio mendekat dan mengecup bibir wanita itu dengan lembut. Ia cuma ingin memastikan Rosella tahu dia ada di sini dan tetap mendampinginya. "Ada yang mau aku tanyain, deh," gumam Rosella pelan. "Tapi rasanya aku mau pingsan nih ...." Suaranya mengh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD