Angguni memang pendiam dan tertutup, tapi dia tidak pernah membiarkan sesuatu menggantung tanpa jawaban. Otaknya juga sangat cerdas. "Ah, serius? Pertanyaan itu bikin aku tersinggung." "Jelas kamu punya informan di rumah kami," gumam Verlis sambil meliriknya dari sudut mata. "Aku rasa orang orangku di sana malah jauh lebih banyak daripada orang orang yang loyal sama papamu," jawab Hans sambil bercanda. Para gadis itu pun menjelaskan rencana mereka. Hans harus mengakui rencana itu disusun dengan sangat baik. Masih ada beberapa detail yang perlu disempurnakan, tapi secara keseluruhan idenya bagus. "Kan sudah kelihatan, kami nggak butuh kamu," kata Verlis. "Kamu benar. Berarti nggak perlu juga desainer rekomendasiku itu membuatkan gaun pengantinmu, supaya nanti kamu bisa nunjukin ke Pap

