Tiffany & Hans

1030 Words

"Aku masih bisa manicure sambil tetap mukulin kamu sebelum kuteksku kering," balas Verlis. Hans pun tertawa. "Aku sama sekali nggak meragukan itu, anak bebek." "Kami bakal terus kasih kabar. Tapi jangan ada satu pun dari kalian yang bertindak sendiri," kata Rosella. "Kalau Ayah memang terlibat, nggak ada satu pun dari kalian yang boleh balas dendam." "Oke, kami bisa nunggu. Tapi kamu tahu sendiri aku nggak punya kesabaran buat itu." "Aku tahu. Kami bakal bergerak secepat mungkin buat cari petunjuk," janji Hans. Verlis mempercayainya. Entah kenapa, dia selalu percaya pada setiap kata yang keluar dari mulut Hans. Hal itu membuatnya merasa bodoh, jatuh cinta, sekaligus tenang. *** Sejak keluar dari kamar Verlis, Hans terus berkeliling kota. Berkali-kali dia tergoda untuk kembali dan m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD