"Siapa sebenernya Max?" gumam Viola. Ia mondar-mandir memikirkan Max yang misterius, banyak rahasia yang ia sembunyikan. "Vi? Naak?" teriak Neneknya dari belakang. "Iya, Nek?" jawab Viola setengah berteriak. Tak lama Nenek masuk ke dalam kamarnya. "Udah jam enam lewat kok kamu belum mandi, Nak? kamu nggak papa kan?" ucap Nenek cemas, mengecek kening cucunya. "Nggak panas, nenek udah siapin air hangat kalo mau mandi." "I-iya, Nek. Aku udah mau ke belakang, masih nyiapin buku-buku, Nek." "Yaudah, nenek siapin sarapan di belakang ya," ucap Nenek sembari melangkah pergi. "Iya, Nek." Viola selesai memasukkan buku pelajarannya, menyambar handuk dan pergi ke belakang untuk membersihkan diri. "Nih, kamu bawa," ucap Nenek, menunjuk ember di depannya berisi air panas. "Iya, Nek."

