Dia Itu Pria Asing

1089 Words

Lampu-lampu laboratorium yang tadinya redup kini menyala dengan intensitas yang menyakitkan mata. Warna merah darah yang memancar dari ribuan tabung inkubasi menciptakan bayangan panjang yang menari-nari di dinding beton. Suara dengung mesin berubah menjadi raungan frekuensi rendah yang membuat gigiku bergetar. HARVEST. Kata itu berkedip di layar monitor pusat dengan ritme yang menyerupai detak jantung. Aku menatap Evan, cowok yang baru saja kusebut sebagai penyelamat, yang kini berdiri tegak di depan konsol utama. Luka parut di wajahnya tampak berkilau di bawah cahaya merah, dan tatapan matanya nggak lagi menunjukkan kelelahan. Tatapan itu adalah tatapan seorang predator yang baru saja menemukan mangsanya setelah sepuluh tahun bersembunyi. "Apa yang kamu lakukan, Evan?" suaraku pecah,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD