bc

Obsesi liar sang Kakak Ipar

book_age18+
0
FOLLOW
1K
READ
love-triangle
family
friends to lovers
arranged marriage
badboy
kickass heroine
heir/heiress
drama
bxg
city
affair
like
intro-logo
Blurb

Belinda dijodohkan dengan putra kedua keluarga Atmaja.Masalahnya? Dia salah mengenali calon suaminya di malam pertemuan itu.Alih-alih jatuh ke pelukan Arka Nagara, Belinda justru terperangkap dalam pesona berbahaya sang kakak—*Arga Baskara*.Dingin. Dominan. Pemimpin keluarga Atmaja yang tak pernah gagal mendapatkan apa yang ia inginkan.Dan sekarang, yang ia inginkan adalah… calon adik iparnya sendiri.> “Menurutmu siapa yang lebih hebat? Aku… atau dia?”> Bisik Arga di telinga Belinda, panas dan penuh kepemilikan.Belinda bingung. Satu sisi hatinya tertarik pada Arka yang lembut.Sisi lainnya terbakar oleh tatapan Arga yang seolah bilang: Kamu milikku.Haruskah ia melawan perasaan terlarang itu?Atau menyerah pada pria yang bisa menghancurkan seluruh keluarganya hanya demi memilikinya?

chap-preview
Free preview
Bab 1. Kasmaran
Malam cerah gemerlap bintang, dua keluarga berpengaruh di Kota melakukan pertemuan untuk rencana perjodohan anak-anak mereka. Pertemuan di lakukan di kediaman keluarga Atmaja. Belinda Zeevanya, Putri semata wayang keluarga Chandra dijodohkan dengan Putra kedua keluarga Atmaja, yaitu Arka Nagara. Belinda yang sejak kecil dirawat dengan baik, tumbuh menjadi sosok Perempuan cantik, anggun dan juga sopan. Keluarga Atmaja tentu sangat menyukainya. Hanya saja, Arka tak menampakkan diri malam ini karena harus mengurus pekerjaannya. "Maafkan kami, Arka tidak datang karena sibuk. Dia bilang akan datang, setidaknya agak malam." Tutur Perempuan paruh baya yang terlihat masih cantik, dia adalah Nyonya Wendi__Istri dari Tuan Atmaja. "Tidak apa-apa, Nyonya. Yang penting kita sudah bertemu," Sahut Sinta, Ibu dari Belinda. "Benar! Sibuk dengan pekerjaan bukan hal yang buruk, Hem" Timpal Liam Chandra, selaku Ayah Belinda. Disana Belinda hanya tertunduk diam, menyimak obrolan para Orang tua. "Tck, bukannya dia terlalu sembrono? Di acara seperti ini, dia malah mengabaikan Orang tuaku?" Batin Belinda, merutuki Arka__Calon suaminya. Selama ini, Belinda belum pernah bertemu dengan Arka. Ia menerima perjodohan ini karena permintaan Orang tua-nya. Belinda tau, bahwa pilihan Orang tuanya yang terbaik. Hingga kini Acara pertemuan berlangsung secara nyaman. Baik Belinda maupun keluarga, mereka sama sekali tak mendapat perlakuan buruk dari keluarga Atmaja. "Om, Tante, saya permisi ke kamar kecil dulu ya?" Ujar Belinda, dengan sopan beranjak dari tempat duduknya. "Ya, silahkan, Nak." Sahut Wira Atmaja selaku kepala keluarga. "Bi, tolong antar Nona ke Kamar kecil," Sambung Wira, meminta kepada salah satu pelayannya. Pelayan itu mengangguk, dan memberikan jalan pada Belinda. Kini ia berjalan keluar dari ruang keluarga, dan memilih untuk mengambil waktu senggangnya sedikit. "Silahkan, Nona." Ujar seorang pelayan yang mengantar Belinda ke kamar kecil. "Terimakasih, saya akan kembali sendiri nanti. Anda boleh pergi," Kata Belinda, agar lebih leluasa. "Baik, Nona" Pelayan itu pergi, dan meninggalkan Belinda sendirian. Hanya butuh waktu beberapa menit saja, untuk Belinda pergi ke kamar kecil. Wanita 24 tahun itu, kini memilih berdiri di balkon lantai tiga kediaman Atmaja. "Tck, memangnya dia siapa sampai berani mengabaikan keluargaku?" Gumam Belinda, masih merasa kesal karena sampai saat ini, Arka belum juga menunjukkan wajahnya. Setelah hampir setengah jam berlalu, Belinda akhirnya memilih pergi dari balkon. Pada saat yang sama, Belinda tak sengaja menabrak seorang pelayan yang sedang membawa minuman. Sontak membuat beberapa gelas yang dibawa-nya terjatuh dan pecah berserakan dilantai. "Astaga, siapa kamu? Kenapa kamu ada di rumah keluarga Atmaja?" Ucap-nya, berani menatap tajam Belinda. "Maaf, saya nggak sengaja. Biarkan saya membantu anda," Tutur Belinda, tertunduk dan membantu membereskan serpihan kaca dari gelas yang pecah. Namun siapa sangka, Pelayan itu malah menarik tangan Belinda dengan kasar. "Ku tanya siapa kamu? Kenapa kamu ada di rumah Keluarga Atmaja?" Katanya dengan kasar, membuat Belinda mengernyit kesakitan karena tergores serpihan kaca. "Jangan manja! Kamu hanya kena sedikit pecahan kaca. Cepat pergi, jangan sampai Tuan besar melihatmu disini! Mereka sedang melakukan perjodohan Putra-Putri mereka!" Sergah Pelayan tersebut, sambil menarik kembali tangan Belinda. Belinda yang sudah tidak tahan, akhirnya meluapkan emosinya. "Sial, kapan kamu mau memberiku waktu untuk bicara? Kenapa dari tadi cuma kamu yang ngoceh???" Dibalik sikap Belinda yang anggun dan sopan, rupanya menyimpan sedikit sikap bar-bar darinya. Tak selamanya Belinda lembut dan anggun. Ada kala emosinya meledak, setelah di provokasi berkali-kali. Seperti yang terjadi malam ini. "Kamu? Dilihat dari pakaianmu saja aku tau, kalau kamu kesini untuk menggoda Tuan muda kan?" Tidak ada ketakutan sama sekali pada pelayan itu. Ia tetap gentar, dan mengatakan hal yang tak pantas pada Belinda. "Hey, kenapa kamu campuri urusan Tuan Muda-mu yang sembrono itu? Kamu nggak pernah berpikir, kalau akulah Putri keluarga yang akan di jodohkan dengan Tuan muda-mu itu?" Cibir Belinda, berjalan mendekat ke arah pelayan tersebut. Mendengar itu, Pelayan tersebut menjadi ciut. Ia bahkan menelan ludah-nya, namun bukan berarti ia takut. "Be-beraninya kamu bilang kalau Tuan Muda sembrono?" Katanya, sambil gelagapan. "Kalau nggak? Dia pasti nggak akan mengabaikan Orang tuaku!!!" Sahut Belinda, tertawa cetus. "A-apa? jadi dia beneran Calon Istri Tuan Arka?" Batinnya, merasa ketar ketir. "Ma-maafkan saya, Nona. Saya salah, saya salah paham terhadap anda!" Kini pelayan itu tertunduk lesu, ia tau bahwa kemungkinan besar pekerjaannya akan hilang setelah Belinda mengadukan semua perbuatan pelayan tersebut. Belinda terdiam sambil memegangi pelipisnya. "Sudahlah! Padahal aku masih berbaik hati mau membantu membersihkan serpihan kaca. Tapi kamu malah begini padaku? Sepertinya memang nggak ada yang baik di Rumah ini!" Ucap Belinda, sebelum akhirnya pergi dari hadapan Pelayan itu. Sementara itu, terlihat sosok Pria berdiri dari kejauhan setelah sejak tadi melihat pemandangan yang tak biasa. Pria itu tersenyum simpul, melihat sikap Belinda yang tak seperti biasanya. Tak lama kemudian, Belinda tersentak kaget saat tiba-tiba Pria itu muncul di hadapannya. Belinda mengubah ekspresi wajahnya menjadi anggun seperti semula, "Apa kamu, Belinda Zeevanya?" Tanya Pria itu, membuat Belinda menoleh menatap nya. Sejenak Belinda terdiam, tiba-tiba merasa nervous. "Sejak kapan aku jadi gugup begini? Apa karena dia tampan?" Batinnya, tak bisa menyangkal. Pria dihadapannya sangat tampan, tubuhnya proposional, tinggi dan juga atletis. Ia menatap Belinda, berdiri sambil menyimpan dua tangannya di dalam saku celana. "Tunggu! Apa dia Arka calon suamiku? Awalnya aku kesal karena dia terlambat di acara pertemuan ini, tapi kalau dia setampan ini sih, aku bisa memaafkannya!" Batin Belinda, menahan senyum bahagianya. Ia harus bersikap tenang dan tetap anggun. "Emh, benar. Apa kamu calon Suamiku?" Tanya-nya, tanpa basa-basi. Mendengar itu, membuat Pria dihadapannya tersenyum. Rupanya dia bukanlah Arka Nagara, melainkan Kakak-nya__Arga Baskara. "Padahal tadi sikapnya galak, tapi sekarang lembut begini? Apa kamu berkepribadian ganda?" Batin Arga, tersenyum smrik. Berniat ingin menggoda-nya. "Calon suami? Apa kamu pantas?" Ucap-nya, bersikap seolah Arga sangat menyebalkan. "Orang ini benar-benar menyebalkan!!! Bisa-bisanya aku terpesona sama orang seperti dia?! Aku tarik lagi ucapanku tadi!" Batin Belinda, hampir menunjukkan emosinya. "Memang nggak pantas! Beraninya kamu terlambat dan membuat Orang tua-ku menunggu!" Belinda benar-benar tidak bisa menyembunyikan emosinya. Ia kini berani menunjukkan sisi galak-nya pada Arga__Pria yang ia kira Arka__Calon suaminya. Melihat itu, Arga semakin tertarik dengan-nya. "Maaf, ini terjadi karena aku sibuk. Apa aku harus minta maaf sama Calon mertuaku?" Arga kini memposisikan dirinya semakin dekat dengan Belinda, membuat Wanita itu gugup. "Nggak usah dan nggak perlu! Kalau kamu nggak setuju sama perjodohan ini, aku akan bilang ke mereka untuk membatalkannya!!!" Di tengah perasaan gugup-nya, Belinda menyingkir jauh dari Arga. Saat Belinda hendak pergi, tiba-tiba Arga meraih tubuhnya. Tepat dengan posisi melingkarkan tangannya di tubuh Belinda, Pria itu kini mendekap erat tubuh Belinda. Wajah mereka kini sangat dekat, bahkan hanya menyisakan beberapa inci saja. Membuat d**a Belinda bergemuruh hebat, "Membatalkannya? Itu ide bagus!" Bisik Arga, kemudian disusul dengan mencium bibir Belinda. Wanita itu membelalakkan kedua matanya. Tersentak dengan apa yang Arga lakukan padanya. Dia memberontak berharap Arga melepaskannya, namun sialnya harapan itu sia-sia. Arga malah semakin erat mendekap dan menciumnya. "Bukannya dia setuju kalo aku membatalkan perjodohan? Kenapa dia malah mencium ku dengan brutal begini?" Batin Belinda, masih memberontak berusaha melepaskan diri. Hingga keduanya hampir kehabisan napas, ciuman itu pun berakhir. "Kamu gila? Kenapa kamu mencium ku kalau kamu nggak mau menikah?" Sergah Belinda, semakin tantrum dibuat-nya. "Mulai sekarang aku akan memanggilmu IBELL. Sekarang kembalilah, kamu sudah lama keluar." Ucap Arga dengan senyum nakalnya. Namun aneh-nya, ucapannya seperti sebuah perintah yang harus di turuti. " Apa-apaan? Dia pikir aku gadis manja?" Gumam-nya, sedikit terdengar oleh Arga. Wanita itu berlalu meninggalkan Arga dengan jantung yang masih berdegup kencang. "Jangan lupa bersihkan bibirmu! Lipstikmu jadi berantakan karena aku!" Tutur Arga, membuat Belinda semakin grogi. Wajahnya memerah karena menahan malu. Sementara Arga, ia menyalakan rokok-nya sambil tersenyum simpul, persis seperti Orang yang sedang kasmaran. Sekembalinya Belinda ke ruangan keluarga, ia di sambut oleh Shinta__Ibunya. "Bel, kemana saja kamu? Kenapa lama banget, kamu membuat Arka menunggu!" Ujar Shinta, menegur Putrinya. "Maaf, Ma. Rumahnya besar, jadi aku lupa jalan kembali," Sahut Belinda, sambil berjalan menuju ke tempat duduknya. "Hehe, tidak apa-apa. Nanti juga kamu akan terbiasa di rumah ini. Sekarang duduklah, Arka sudah datang." Ujar Wendi, tersenyum senang karena mempertemukan Belinda dengan Arka Nagara. Belinda terdiam, namun juga kaget bukan main, bahwa wajah yang ia temui tadi berbeda dengan Pria yang kini ada di hadapannya. "Bel, senang bertemu denganmu. Aku Arka Nagara," Ucap Arka, tersenyum ramah sambil menyodorkan tangannya kepada Belinda. Sejenak Belinda terdiam bersama pikiran yang campur aduk di kepalanya. "Kalau dia Arka, lalu siapa yang tadi? Dia bahkan mencium-ku? A-aku... Aku harus gimana?" **** Next....

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Unscentable

read
1.9M
bc

He's an Alpha: She doesn't Care

read
721.6K
bc

Claimed by the Biker Giant

read
1.5M
bc

Holiday Hockey Tale: The Icebreaker's Impasse

read
958.6K
bc

A Warrior's Second Chance

read
346.7K
bc

Not just, the Beta

read
342.2K
bc

The Broken Wolf

read
1.1M

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook