Trust

1116 Words
MEGGY POV "Hai, kalian semua kok sudah pulang sih? Acara pestanya nggak seru ya? Sampai kalian bertiga pulang secepat ini." Tanyaku saat melihat kak Robin, Olin dan Ryan masuk kerumah bergabung denganku di sofa ruang tengah dan ikut menonton drama Korea. "Ada seseorang yang bikin kami sebel disana! jadi pulang aja deh, soalnya kak Robin sudah gatel tangannya pengen bogem orang itu!" Ceplos Olin cuek dan langsung mendapat tatapan tajam dari kak Robin dan Ryan. "Siapa? Kamu kenal orang itu Olin?" Tanyaku penasaran dan Olin menggelengkan kepala. "Nggak kenal! mungkin dari kampus lain!" Sahut Olin terdengar sangat kesal. "Ouw.... pasti orang itu cowok dan godain kamu ya??? Jadi kak Robin cemburu deh, makanya pengen gaplok tuh orang, iya kan???" Kataku sambil terkekeh. "Meg, apa Willy telepon kamu atau datang kemari?" Tanya Ryan. "Nggak, mungkin dia kecapekan trus ketiduran." Sahutku cuek sambil meneruskan nonton drama Korea. Ting Tong. Ting Tong. Suara bel rumahku berbunyi, ada seseorang yang datang. "Biar aku aja yang buka pintu." Ucap Olin lalu berjalan membuka pintu. "Mau apa kamu kesini?!" Tanya Olin ketus pada tamu yang datang ke rumahku. "Siapa Olin?!!" Teriakku penasaran tapi Olin nggak menjawab. "Meggy, kamu masuk ke dalam kamar sana! buruan!" Perintah kak Robin membuatku bingung. "Ah! kenapa sih kak?! Emangnya siapa sih yang dateng?!" Tanyaku kesal karena kesenanganku menonton drama Korea suda diganggu. "Iya Meg, sana kamu masuk kamar aja buruan, daripada kamu lihat cowok itu digaplok kakakmu, ntar kamu pingsan lagi lihat darah." Ucap Ryan semakin membuatku bingung. "Nggak ah! Korea nya masih seru nih! Kalau kalian mau berantem diluar aja deh sana! Kak, buruan sana keluar ntar Olin diculik sama tuh cowok lho!" sahutku lalu lanjut menonton film lagi tetap tak beranjak dari sofa. Aku tak mengerti siapa sebenarnya tamu yang datang ke rumahku malam ini. Kak Robin dan Ryan langsung menuju ke pintu utama. "Kita bicara di luar saja." Ucap kak Robin. "Rob, aku butuh bicara sama Meggy, please..." Ucap orang itu yang langsung aku kenali suaranya tanpa perlu melihat orangnya. Aku langsung berjalan cepat menuju pintu utama. Benar sekali pendengaranku. Suara itu milik kak Willy. "Minggir! ada apa ini? Kakak, Olin, Ryan, kenapa nggak panggil Meggy sih kalo kak Willy yang datang?!" Protesku. "Masuk yuk kak! Minggir kamu Ry!" ucapku lagi mengajak kak Willy masuk dan meminta Ryan minggir karena menghalangi jalan kak Willy. "Kak Willy darimana? Kok tumben pakaiannya rapi?" Tanyaku saat duduk di sofa dan baru sadar dengan dandanan Willy yang rapi, semakin tampan mempesona di mataku. "Sorry Meg, aku tadi datang ke pesta sebentar, maafin aku nggak ngasih kabar ke kamu." Jawab Willy membuatku terkejut dan sedikit kecewa merasa dibohongi. "Lhoh katanya kak Willy nggak mau pergi karena belum boleh banyak kegiatan?" Tanyaku lagi tapi tak langsung dijawab oleh kak Willy. "Jawab kamu!!!" Bentak kak Robin dengan kesal. Akupun kaget mendengar kak Robin membentak sahabat karibnya ini. "Kak, kenapa sih bentak-bentak?!" Protesku, tapi kak Robin hanya memasang raut wajah yang sewot dan kesal. "Maaf Meg, awalnya aku memang nggak mau datang ke acara malam ini, tapi....." Kalimat kak Willy menggantung. "Tapi...., ternyata dia datang bareng sama Rose!" Sambung Ryan sinis dan membuatku langsung hancur tak percaya. "Tidak! Tidak!! Bukan seperti itu Meg ceritanya. Ry, kamu tuh nggak tau apa-apa! jangan sembarang nuduh!" Bantah kak Willy. "Kamu, nggak usah bohongin adikku lagi deh Will. Kita semua sama-sama tahu siapa kamu sebenarnya! Aku diam selama ini karena tak berhubungan dengan Meggy! Tapi kali ini aku nggak bisa toleransi perbuatan kamu karena berhubungan dengan Meggy, adikku!" Marah kak Robin semakin membuatku bingung apa yang sebenarnya terjadi. "Meg, aku datang ke acara malam ini tuh sendirian. Maaf sebenarnya aku datang karena aku terus kepikiran kalimat Rose tadi siang yang menyarankan kamu untuk datang bersama Ryan. Jujur aku penasaran sekaligus cemburu melihat kedekatanmu dengan Ryan. Aku ingin tahu apakah kamu akhirnya datang bersama Ryan atau nggak? Maaf karena sudah curiga sama kamu. Tapi begitu tahu kamu nggak datang, aku langsung pergi maksudku mau kesini menemanimu tapi Rose memaksa untuk ikut bonceng motorku memaksa untuk diantar pulang, dan saat aku masih memaksa Rose untuk turun dari motor itulah mereka bertiga melihat aku sedang berdua dengan Rose. Maaf aku sudah curiga sama kamu." Ucap kak Willy menunduk. Penjelasan Kak Willy membuatku menatapnya nyeri. Dia tak mempercayai aku. Dia memilih percaya pada hasutan kak Rose. "Munafik!!! Kamu kan tahu sendiri kalo aku sama Meggy emang sudah deket dari dulu!!! Cari alasan saja!!!" Bentak Ryan tak terima dengan penjelasan kak Willy. "Meg, ngapain kamu nangis?! Orang kaya gini nggak pantes buat ditangisi!" Bentak kak Robin padaku dan membuat kak Willy mengangkat kepalanya menatap ke arahku. Mata kita berdua bertemu. "Ada apa sih ribut-ribut?! Malam gini kok teriak-teriak bicaranya?" suara mamaku tiba-tiba hadir di tengah kami. "OMG! Meggy! kenapa anak mom menangis?! Robin, kamu bentak-bentak Meggy kenapa?!" Tanya mamaku tapi aku masih tetap menatap kak Willy. "Bukan Robin mom..., Meggy nangis karena ulah Willy lagi." Jawab kak Robin dengan nada kesal. "Hmm.... kalau gitu ngapain kalian masih disini?! Robin, sana antar Olin pulang! ini sudah malam. Ryan juga pulang sana! Buruan! Ganggu aja!" Usir mom pada mereka semua. "Tapi Mom...." Protes kak Robin dan malah didorong pergi keluar oleh Mom. "Meggy, Willy, kalian bicara baik-baik ya, Mom akan masuk kamar lagi." Pesan mom yang tidak mendapat jawaban dariku, hanya anggukan kepala dari kak Willy. "Meg, maafin aku.." mohon kak Willy sambil pindah duduk mendekat padaku. "Aku nggak tau harus gimana kak? Aku percaya sama kak Willy, tapi ternyata...." Kalimatku tak sanggup kuselesaikan hanya tangisku yang semakin deras mengalir. "Aku tahu kak posisiku ini tak berhak melarang atau mengatur kak Willy, aku bukan siapa-siapa kak Willy, hanya adik dari sahabat kak Willy. Maaf kak...." Ucapanku kembali tak selesai namun kali ini karena jari kak Willy yang menutup bibirku. "Kamu kekasihku Meg, kamu gadis pujaanku. Maaf aku memang nggak pernah memintamu secara langsung, tapi aku sudah menganggapmu kekasihku sejak ciuman di bandara, bahkan aku sudah memintamu pada orang tuamu. Maaf, karena aku cemburu dengan Ryan. Maaf, aku sudah curiga padamu dan Ryan. Aku hanya takut kehilangan dirimu Meg." Ucap kak Willy yang kini sudah berlutut dihadapanku yang duduk di sofa. "Kak Willy....."panggilku ragu. "Maafkan aku Meggy..."ucap kak Willy meraih tanganku dan mengecupnya lembut. "Maaf, aku sudah merusak kepercayaanmu. Aku janji akan menjauh dari Rose. Aku tak ingin melihatmu menangis lagi karena ulah Rose. Aku janji akan menjaga kepercayaanmu penuh, dan percaya penuh padamu juga." Janji kak Willy "Kamu mau maafin aku kan Meg? Kita mulai dari awal dengan status jelas bahwa kita adalah sepasang kekasih. Kamu mau kan?" Tanya kak Willy, namun aku hanya diam tak tahu harus berkata apa. ******* Ada yang bisa bantuin Meggy jawab gak??? Jawab apa ya????
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD