Bagian 12

1065 Words
Semenjak kejadian itu, Agus bersikap dingin pada Mila. Namun, didepan kakek Agus bersikap hangat. "Mila, Apa kamu baik-baik saja?" tanya kakek yang memergoki Mila tengah melamun di halaman belakang rumah "O-oh, gak apa-apa koq kek!" kakek pun duduk disamping Mila, beliau menghela nafas panjang "Agus memang keras kepala sejak kecil, ia selalu punya cara pandangnya sendiri. dan tidak semua orang bisa dengan mudah mengubah cara dia berpikir." Mila melihat ke arah kakek, "Apapun masalah yang sedang kalian hadapi, kamu jangan pernah meninggalkan suamimu. kakek titip dia sama kamu." Mila hanya bisa tersenyum tipis, ia tidak kuasa untuk mengatakan apa yang terjadi saat di Paris pada kakek. *** Saat ini hujan turun dengan derasnya, Mila yang tengah tertidur lelap dikejutkan dengan kedatangan Agus yang tiba-tiba memeluknya dari belakang. "M-mas?" Mila mencoba melepas pelukannya "Kenapa? kau mau menolakku?" Mila tersadar ada yang tidak beres, mendengar nada bicara Agus yang terdengar sedikit berbeda. ia kemudian terbangun dan melihat Agus yang seperti orang sedang mabuk. "Mas, kamu mabuk?" Agus tertawa tidak jelas, "Aku mabuk atau tidak, itu bukan urusanmu!" jawabnya dengan nada khas orang mabuk "Aku mau bawain sup dulu buat kamu," Mila yang hendak berdiri pun langsung ditarik tangannya oleh Agus, hingga ia kini berada diatas Agus "Kamu mau kemana, hah?" Agus membelai lembut pipi Mila "Mas, kamu mabuk!" Mila mencoba memberontak Agus pun membalikkan posisinya, hingga ia kini berada diatas Mila. "Aku begini gara-gara kamu! Dasar wanita sial!!" bentak Agus rasanya bagai teriris, itulah yang dirasakan Mila mendengar ucapan yang keluar dari mulut Agus. ia belum pernah diperlakukan buruk oleh Agus selama mereka menikah. Agus justru selalu menunjukkan sikap perhatian dan romantis padanya. "Mas!" Mila mencoba kembali memberontak Namun, dengan sigap Agus mengunci kedua tangannya dengan satu tangan Agus, "Kau pikir aku ini apa? kau yang memilihku, aku yang menolongmu, tapi dengan seenaknya kamu berkhianat! dasar tidak tau diri!" emosi Agus mulai meledak "Mas! Aku udah jelasin sama kamu, aku dijebak! Aku gak tau apa-apa sama sekali!" Agus mencengkram kuat rahang Mila, "Apa kamu pikir, aku akan dengan mudah percaya sama kamu? Ga! Gak akan!" Agus melepas kasar cengkramannya. Agus pun mengikat kedua tangan Mila dengan menggunakan ikat pinggang miliknya. Mila meronta dan memohon untuk dilepaskan, namun Agus tidak mendengarnya. Kedua kaki Mila pun tak luput menjadi sasaran, ia tidak habis ide dan mengikat kedua kaki Mila dengan menggunakan kain sprei. "Aku mohon Mas, jangan perlakukan aku kayak gini!" Mila menangis dan memohon Agus pun mulai melucuti pakaian miliknya, wajahnya terlihat memerah karena mabuk. Ia mendekat ke arah Mila, Dengan ujung jarinya ia mengusap perlahan kening Mila hingga ke bagian bawah. Mila hanya menggeleng-gelengkan kepalanya disertai tangisan, kondisi hujan yang deras telah berhasil menyamarkan suara tangisan Mila. Agus menatap Mila, ia kemudian perlahan melepas satu persatu kancing baju piyama milik Mila. "Jangan! Aku mohon!" suara Mila mulai tidak terdengar lagi, ia terlihat sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi. Agus yang melihat tidak ada lagi pemberontakan dari Mila pun mulai melancarkan aksinya, ia mulai menciumi Mila dengan brutal. Sesekali Agus melancarkan cambukan pada tubuh Mila, yang membuat Mila menjerit kesakitan. Agus pun tertawa layaknya orang yang kehilangan akalnya. tangannya mulai meraba dengan nakal, yang membuat Mila sesekali bergelinjang kenikmatan. Malam itupun menjadi malam yang panjang untuk mereka, *** Hari pun berganti, Agus terbangun lebih dulu, ia merasa sedikit pusing hingga ia menyadari yang terjadi semalam. ia melihat ke arah samping, yang menampakkan sosok istrinya yang tertidur kelelahan karena aktivitas semalam. Agus menyunggingkan senyuman di sudut bibirnya saat ia melihat bercak berwarna merah di atas kasur "Ternyata kamu masih perawan," gumamnya Agus pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Kedua mata Mila yang sembap perlahan terbuka, ia kembali menangis mengingat apa yang terjadi semalam. "Tolong aku," ucapnya lirih Mila mencoba untuk melepaskan diri, namun ia sudah kehabisan tenaga. Tak lama kemudian Agus pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk kimono. "Kau sudah bangun rupanya," Agus kemudian melepaskan semua ikatan Mila Mila yang merasa seluruh tubuhnya remuk pun hanya bisa meronta kesakitan. "S-sakit," ucap Mila dengan nada lemah "Bersihkan diri kamu!" Agus melemparkan sebuah handuk ke muka Mila. Mila pun hanya mampu menahan rasa sakit dan kesedihan nya. *** Agus pun semakin sering melampiaskan nafsunya pada Mila dengan cara yang kasar, hingga banyak sekali luka yang membekas di tubuh Mila. Mila memandangi dirinya di depan cermin, ia menahan air mata yang hendak menerobos keluar. Agus pun datang, "Cepat! Kakek lagi nungguin!" ia pun pergi begitu aja Mila hanya bisa pasrah setiap hari mendapat perlakuan tidak adil dari suaminya. *** "Mila, kamu kenapa?" tanya kakek yang melihat Mila murung "Gapapa kek, Mila baik-baik aja!" Agus pun merangkul Mila dan tersenyum, "Kamu jangan bikin khawatir kakek dong sayang," Agus meremas keras bahu Mila "M-maaf," ucap gugup Mila "Ya sudah gapapa, tapi kalian sedang tidak bertengkar kan?" "Gak koq kek," jawab langsung Agus "Awas! kalau kamu bicara yang tidak-tidak," ucap pelan Agus seraya memasang wajah tersenyum Mila hanya bisa terdiam, *** Keesokkan harinya, Mila yang tengah berbelanja kebutuhan dapur tanpa sengaja bertemu dengan Rendy yang juga terlihat sedang berbelanja. "Mila?" ucap Rendy seketika saat melihat Mila di hadapannya, Namun Mila tidak menghiraukannya, ia pun melangkah melewati Rendy begitu saja. "Mila, tunggu!" Langkah Mila pun terhenti, "Aku, benar-benar minta maaf atas apa yang terjadi waktu itu. Aku sendiri.. juga tidak ingat kenapa kita bisa ada di sana," Mila seperti tidak mau mendengarkan, ia pun melanjutkan langkahnya. Hingga Rendy menahan langkahnya dengan memegang lengannya, "Apa kamu benar-benar marah?" Mila berbalik dan menatap tajam Rendy dengan kedua matanya yang berkaca-kaca, "Memangnya, menurutmu aku harus bagaimana? harus bahagia karena kejadian itu? kejadian yang menghancurkan aku?" "Mila.. Apa suami kamu marah?" "Pertanyaan mu terdengar bodoh! Menurutmu, bagaimana perasaan seorang suami yang melihat istri nya tidur dengan pria lain?" "M-maaf.." Rendy terlihat sangat menyesal Mila melangkah mendekat ke arah Rendy, "Jauhi aku! anggap kita tidak pernah saling mengenal! itu akan jauh lebih baik." Mila pun bergegas pergi dari sana, Setibanya di rumah, Agus terlihat tengah duduk di sofa seraya melipatkan kedua tangannya, dengan tatapan tajam seolah siap menerkam mangsanya. "M-mas, kamu udah pulang?" suara Mila terdengar bergetar karena ketakutan "Dari mana kamu?" "A-aku baru dari supermarket, aku membeli bahan makanan," Agus pun berdiri dari duduknya dan mendekat ke arah Mila, ia kemudian mencengkram rahang Mila hingga kantong belanjaan nya pun terjatuh, "Kamu pikir aku bodoh? Aku tau kamu kesana hanya untuk ketemuan sama mantan kamu kan?" Agus melempar foto-foto Mila bersama Rendy, dan membuat Mila syok.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD