Who Are You?

1309 Words
Cathrine siap-siap untuk bertemu dengan gangster Dark Blue. Ia memakai kaos hitam yang dilapisi jaket kulit dan celana hitam, Cathrine juga memakai sepatu Vansnya. Bajunya bisa dibilang cukup longgar agar bisa menutupi jati dirinya sebagai wanita. Diambilnya wig pendek warna hitam serta topeng hitam bercorak naga silver di bagian kanannya sebagai symbol ketua Red Monster, dan itu yang membuatnya dianggap misterius karena selalu memakai topeng jika sedang bertarung. Cathrine menatap bayangan dirinya di cermin. Ia menyeringai meliat pantulan dirinya sendiri. Sangat sempurna walaupun bisa dibilang ia kurang di bagian tinggi badan. Ayolah, Cathrine tidak bisa setinggi teman-temannya yang lain yang jelas-jelas mereka laki-laki tulen tidak seperti dirinya. "Hi Dark Blue! Im coming." Ucap Cathrine dengan seringaiannya. Cathrine menuruni tangga dan melihat teman-temannya yang sudah menunggunya. Merka semua memakai jaket kulit hitam dengan logo naga merah di bagian punggung dan lengan kanannya. Cathrine juga memakai jaket yang sama, tapi bedanya miliknya itu ada logo huruf ‘C’ yang menandakan dia adalah ketuanya. "Ini dia ratu kita, Lady Cath udah turun," ucap Roy. "Lama banget deh Cath, ngapain aja coba? Lo gak mungkin dandan cantik kan b uat ketemu Dark Blue doangan?" Gerutu Samuel sambil memutar bola matanya malas. Dia adalah orang yang paling malas menunggu, tapi nyatanya dia alah orang paling ngaret disana. Suka tidak sadar diri memang. "Ciee yang udah gak sabar mau lawan Dark Blue. Ulululu sini-sini Dedek Cath tium dulu" Cathrine dengan isengnya menoel-noel pipi Samuel. "Cathrine Vellosa Niel!" Geram Samuel yang ingin mencakar wajah cantik Cathrine, tapi jelas itu tidak mungkin karena belum sempat tangannya menyentuh wajah Cathrine, mungkin Samuel sudah mental kebelakang. Tentu saja Cathrine bisa melawan Samuel dengan mudah, jangan lupakan bahwa dirinya adalah ketua Red Monster yang cukup ditakuti beberapa gangster di kota itu. "Hahaha udahlah Sam. Are you ready guys?" Tanya Cathrine dengan semangat, tak lupa dengan seringai yang muncul di balik topengnya. "READY QUEEN!" jawab mereka serempak dengan semangat yang menggebu. "Good job! Ok guys kita berangkat!" Redmons yang berangkat hanya berjumlah 20 orang, walaupun jumlah Redmons banyak, Cathrine tidak suka membawa anak buahnya banyak-banyak. Bisa ramai nanti, dan Cathrine tidak mau mengatur banyak orang yang rusuhnya pasti membuat sakit kepala. Mereka berangkat menggunakan motor. Cathrine dibonceng oleh Samuel. "Dimana tempatnya Sam?" tanya Cath. "Di tempat biasa kita bertarung Cath. Mereka mau nyamperin kita." "Wew berani ugha.” Redmons sudah sampai di tempat mereka bertemu dengan Dark Blue. Cathrine turun dari motor diikuti oleh anak buahnya. Dark Blue sudah dating dengan perkiraan orangnya tidak sampai 25 orang. "Wow! Seru banget kayaknya Dark Blue sampe mau ribut disini. Gimana? Kesel ya kemaren kalah sama Redmons?" Ucap Cathrine dengan suaranya yang ia buat seberat mungkin tapi tetap saja tidak bisa menutupi suara khasnya dengan sempurna. "Gue pengen bales dendam sama lo, karna gara-gara lo anak buah gue banyak yang masuk rumah sakit. Lagipula gue juga penasaran sama ketua Redmons yang misterius dibalik topengnya. Dan kenapa orang kaya lo itu bisa ditakutin sama hampir semua ganster." Balas ketua Dark Blue sambil melipat kedua tangannya di d**a. "Bukan salah gue dong kalo anak buah lo banyak yang luka parah. Salahin mereka sendiri yang gak bisa ngalahin gue. Lagian kan gue berantem juga tangan kosong, salah gue gitu kalo mereka tetep kalah? Dan lo penasaran sama gue  gara-gara gue ditakutin hampir semua gangster? Cih harusnya lo tau kalo gue ditakutin gara-gara belom ada gangster yang bisa ngalahin gue." Cathrine berbicara santai tapi terkesan begitu dingin. "Kali ini gue, ketua Dark Blue yang bakal ngalahin lo, jadi lo jangan sombong dulu." Ketua Dark Blue itu berucap sambil melemaskan otot-otot tangannya. "Uww menarik juga kita liat, siapa yang lebih kuat diantara kita, little chicken." Cathrine menekankan kata little chicken dan tersenyum sinis dibalik topengnya. "Gak usah banyak bacot lo!" Ketua Dark Blue langsung menyerang Cathrine dan tentu saja bisa ditangkis dengan mudah oleh Cathrine. Tidak mudah untuk serangannya bisa mengenai Cathrine. Cathrine juga mebalas pukulan yang dilayangkan oleh ketua Dark Blue itu dan ditangkis pula dengan cepatnya. Cathrine cukup takjub karena ketua Dark Blue bisa membalas dan menyamainya. Sepertinya ini akan seru, batin Cathrine dengan senangnya. "Wow boleh juga, ternyata lo bisa nangkis pukulan gue. Selama ini belom ada yang bisa nangkis pukulan gue itu. Kayaknya bakalan seru. Woy ketua Dark Blue, jangan kalah dulu ya, gue masih mau seneng-seneng." "Jelas lah gue bisa. Inget dude, gue bakal ngalahin lo. Jangan sombong dulu karna kita gak tau siapa yang bakal menang!" Pertarungan Cathrine dengan ketua Dark Blue berlangsung sengit dan tidak ada yang mau mengalah diantara mereka. Walaupun mereka sudah lelah tetap saja tidak ada yang mau berhenti menyerang dan menangkis. Tidak bisa diragukan lagi bahwa kekuatan mereka itu setara. Pelipis Cathrine sudah mengeluarkan darah dari balik topengnya akibat pukulan ketua Dark Blue. Sedangkan wajah ketua Dark Blue yang ditutupi masker hitam juga sudah memar dan mengeluarkan sedikit darah akibat beberapa pukulan Cathrine yang tidak bisa ditangkisnya. Sejujurnya Cathrine dan ketua Dark Blue sudah sangat kelelahan tapi mereka tidak ada yang mau berhenti dari kegiatan mereka. Sampai saat Cathrine ingin melayangkan tinjunya, ketua Dark Blue melihat sesuatu yang sangat familiar di pergelangan tangan Cathrine. ***** Ketua Dark Blue melihat sesuatu yang sangat dikenalnya, dan bisa dibilang itu adalah benda yang berharga baginya. Benda itu adalah sebuah gelang yang hanya ada dua di dunia ini. Karena yang membuat designnya adalah dirinya sendiri. Masa sih benar orang yang dikenalnya? Ketua Dark Blue tidak ingin mempercayai apa yang dilihatnya saat ini. Bagaimana bisa? Setaunya orang yang memiliki gelang tersebut adalah orang yang terlihat tidak bisa bela diri dan harus dia lindungi. Tapi kenyataannya yang ada di depannya ini sepertinya adalah orang yang sama. Benar-benar tidak bisa dipercaya. “Gimanapun juga, gue harus bisa lepas topeng itu!’ tekad sang ketua Dark Blue walaupun sebenarnya sangat sulit karena kekuatan mereka hampir setara. Dia benar-benar tidak ingin apa yang ada di pikirannya menjadi kenyataan. Tapi kenapa? Memang apa hubungannya dengan semua ini? Sejujurnya ketua Dark Blue sudah cukup lelah menghadapi lawan yang tubuhnya saja setengah dari dirinya. Tapi mau bagaimana lagi? Tidak mungkin kan dirinya menyerah, apalagi banyak temannya yang sampai masuk rumah sakit karena orang di depannya ini. Dan lagipula sang ketua Dark Blue juga cukup penasaran dengan sosok misterius dibalik topeng hitam bercorak naga itu. Pertarungan mereka masih berlanjut dengan sengit, bahkan teman-teman mereka sudah menghentikan perkelahiannya, tapi tidak dengan mereka berdua yang masih lanjut. Cathrine dan ketua Dark Blue saling pukul dan saat Cathrine akan melayangkan tinjunya lagi, ketua Dark Blue berhasil menangkap tangan Cathrine dan memelintirnya ke belakang agar tubuh Cathrine terkunci dan tidak bisa bergerak. “Ah!” ringis Cathrine merasakan sakit di tangannya. Ketua Dark Blue mendengar suara yang sangat familiar di telinganya. Suara yang setiap hari di dengarnya. Saat Cathrine sedang tidak bisa bergerak, kesempatan ini digunakan oleh ketua Dark Blue untuk membuka topeng yang menutupi wajah Cathrine. Dan akhirnya ia berhasil. Wajah cantik Cathrine terpampang jelas di depan matanya. “Cathrine?” suara ketua Dark Blue lirih memanggil nama wanita itu. “Andrew?” mata Cathrine terbelalak karena ia mendengar suara yang dikenalnya. Ia tau sedari tadi ketua Dark Blue menggunakan topeng yang dapat mengubah suara. Ya, orang yang saat ini menjadi lawan Cathrine adalah Andrew, kekasihnya sekaligus ketua dari Geng Dark Blue yang baru saja diketahuinya. Andrew melepaskan tangannya dari Cathrine karena sebenarnya ia tidak tega melakukan hal itu jika ia tau lawannya adalah orang yang disayanginya. Teman-teman Cathrine yang melihat topeng Cathrine terlepas akhirnya buru-buru berlari menghampiri ketua mereka itu. Tapi mereka semua berhenti saat Cathrine mengangkat tangannya tanda menyuruh semua agar tidak mendekat kearahnya. Sedangkan anak-anak Dark Blue cukup terkejut karena yang mengalahkan mereka sebenarnya adalah seorang wanita. Cathrine berdiri dan mendekat ke Andrew yang saat ini hanya berdiri di depannya. Ia melepas topeng yang dikenakan Andrew dan terlihat jelas wajah tampan yang memandangnya dengan tatapan sangat dingin, sangat berbeda yang tatapan hangatnya selama ini. “Sayang, kam-….”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD