Sekarang aku mengerti, hal yang paling aku butuhkan saat ini hanyalah rasa percaya dan keyakinan hati. ~ AQYa TRi ~ "Huusstt.." "Hmmmm..." "Lihat.." "Apanya?" "Angkat kepalamu!" desis Nia gemas. Lutfi mengangkat wajah nya yang sejak tadi menunduk menatap layar pipih kesukaan nya. "Ada apa?" tanya Lutfi heran. "Tuan Abraham..meja nomor 7." Nia memberikan isyarat lirikan mata untuk menunjukkan arah di mana Abraham tengah duduk di salah satu meja kantin perusahaan. "Mana?" Lutfi memutar kepala nya ke arah yang berlawanan. Membuat Nia semakin gregetan. "Arah pukul 2, dari kiri mu." Bisik Nia dengan ekspresi tak sabaran. Lutfi akhir menemukan objek yang sedang menarik perhatian teman nya. "Terus? apa nya yang aneh? memang waktu nya makan siang, kan?" tanya Lutfi dengan alis menukik

