“Bagaimana kabar terbarunya?” “Kayaknya enggak berjalan baik, deh.” “Maksud kamu? Aku sudah cukup jelas mengatakan. Sebenarnya otak adikmu itu terbuat dari apa? Kenapa dia sulit sekali melihat perasaanku?” “Bukankah Kakak yang paling ngerti soal itu? Kenapa, sih, Kakak enggak langsung bilang saja sama dia. Enggak berani?” “Ini bukan masalah berani atau tidak, Ky. Kamu mau Khafi menghajarku?” Dzaky menghela napas. Cinta terhalang kakak ipar sungguh sulit dipercaya. Dia tidak bisa mengerti mengapa Khafi tidak membiarkan Barra mengakui perasaannya pada Zaina? Toh, mereka sama-sama mencintai. Apa hak Khafi melarang. Keduanya sudah dewasa. Ya, walaupun Zaina belum terlihat seperti itu. Yang dimaksud Dzaky adalah Barra dan Zaina sudah dua umur matang. Terutama Barra. Sementara Zaina, meski

