Setelah percakapan dengan Lina kemarin. Gue sedikit tersadar akan sesuatu. Gue sadar Lika sayang sama gue. Banget! Sampe dia mau melepas mimpinya untuk menikah. Karena yang gue tangkep, pernikahan untuk cewek itu penting, kecuali Qila, mungkin. Sebenernya gue bingung. Sudah hampir 5 bulan Lika muncul lagi dihidup gue, dan rasanya menyenangkan. Keselnya gue ke dia, tingkahnya dia yang nyebelin, dan lain sebagainya. Seolah-olah, dia gak pernah pergi, seolah-olah rasa sakit yang gue rasain gak pernah terjadi. Mejik! Cuma, gue bertahan dengan keyakinan kalau dia nyakitin gue. Gue bertahan dengan pemahaman kalau Lika gak bisa seenaknya menjungkir-balikan hidup gue hanya karena dia bosan. Tapi, gue mau sampai kapan kaya gini? Gue tahu, dengan kesadaran penuh kalau gue sayang sama Lika, cinta b

