Pagi ini gue terbangun dengan kepala yang sakit luar biasa. Setengah mata gue terbuka, memandang ruangan tempat gue berada. Ini bukan sofa rumah Mama, bukan juga kamar gue di rumah. Ini kamar Lika, terlihat dari sticker power puff girls yang tertempel di AC. Gue menarik nafas panjang, lalu berusaha bangkit. Di balik selimut, gue masih pake baju dan celana pendek, yang artinya gue gak main kuda-kudaan sama Lika. Gue bersyukur dalam hati. Bagus lah, sekalipun mabuk, kali ini gue bisa kontrol diri sendiri. Turun dari kasur, gue berjalan ke arah kamar mandi. Mengetuk pintu tersebut. "Ya?? Aya?! Aku kebelet pipis Yaa!" Seru gue. Lika langsung membuka pintu kamar mandi, ia sudah selesai mandi, tubuhnya terbalut handuk putih. Rambutnya pun terbungkus handuk. "Sekalian mandi gih Dro. Ini senin,

