Rumah Pak Aditya tampak lengang tak berorang. Padahal, sebenarnya hanya dua anggota keluarga yang absen, yaitu Emak dan Babe. Beliau berdua sedang pergi ke kondangan temannya Emak Ronald, dan menelantarkan anak- anak mereka di rumah untuk sementara. Tapi meski Ronald dan Angel bisa saja bertengkar dengan heboh seperti kucing dan anjing demi meramaikan suasana, sore itu keadaan rumah terasa sepi- sepi saja. Kenapa? Sebab, di lantai dua –tepatnya di kamarnya –Ronald tengah berkonsentrasi sambil uring- uringan pada revisinya. Terakhir kali ia mengerjakan revisi usulan penelitian, ia masih digenjot oleh efek cafein kopi latte. Setidaknya selama kopinya belum habis, otaknya masih bisa fokus. Namun kali ini, ia tidak punya kopi yang mampu membantunya konsentrasi, dan kepalanya tak ubahnya sepe

