Aku merindukanmu untuk yang kedua kalinya Aku sungguh ingin menatap ke dalam kolam matamu lagi dan tersesat di situ Kupeluk dan kulepaskan musim, tahun berganti Mengenang kembali semua ingatan yang entah kenapa terasa bagai ilusi belaka Ah, aku selalu suka kata ‘brengsék’ darimu! (Ronald Aditya) ............ brengsék! (Arvinny Angelica) Ronald, Vito, dan Deni tampak masih duduk- duduk di bangku panjang warung nasi rames itu. Mereka lapar, dan sekarang sedang bermenung menonton orang- orang di meja kanan dan kiri mereka yang menyuap nasi dengan lahap. Ronald keriting memberi mereka tatapan kejam. Ia duduk tepat di dekat spanduk warung dengan tulisan besar- besar ‘Warung Nasi Rames Bi Suminah Pokok’e Mantap!’. Di bawahnya terdapat gambar Bi Suminah sendiri ukuran raksasa, deng

