22. Pagi yang Indah

2215 Words

Pagi kali ini hujan turun sangat deras, angin berembus sangat dingin hingga menusuk tulang. Membuat kedua instan yang tengah terlelap semakin malas bangun. Berada dalam sebuah selimut tebal, saling berbagi satu sama lain. Ratih yang tadinya memeluk guling dengan posisi nyaman membelakangi Damian, kini segera mencari kehangatan lain. Dia meninggalkan gulingnya, merapatkan diri pada Damian, menjadikan dadaa bidang pria itu sebagai bantalan empuk. Ratih memeluk Damian, kembali memejamkan matanya mengantuk dan lelah sekali. "Ra, kenapa dempet-dempetan gini tidurnya? Ke mana bantal kamu?" Damian terbangun, menggaruk pipinya yang tiba-tiba terasa gatal. Ratih tidak mendengarkan, dia masih setia memeluk Damian. Tubuh pria itu tanpa kaos, hangat sekali. Terlebih lagi Damian begitu wangi, harum

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD