23. Momen manis di Villa

2549 Words

Ratih mendatangi Damian yang sedang membaca sebuah buku di ruang tengah, ditemani secangkir teh hijau miliknya. Pria itu hanya mengenakan celananya, membiarkan tubuh bagian atasnya selalu terbuka dengan sempurna. Karena sejatinya otak Ratih sering kotor dan traveling, dia selalu senang mengamati dari kejauhan—beserta fantasi liarnya. Apalagi saat Damian olahraga, otot-otot, dan urat mengembul kepermukaan menambah kesan gagah dan panas. "Mas," sapa Ratih sambil tersenyum. Dia mengenakan baju seksi berwarna hitam, memaksakan diri untuk duduk di pangkuan Damian sambil membawa satu cup yogurt. "Lagi ngapain? Aku ketiduran, kok nggak dibangunin." Dengan jahil, Ratih menjilati yogurt itu di hadapan Damian. Sesekali tertawa dengan tingkah nakalnya. Damian menarik napas, berusaha menjauhkan diri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD