29. Keinginan Tengah Malam

1773 Words

Sepulangnya dari rumah kedua orang tuanya, Ratih disambut oleh Damian yang ternyata berada di kamar berserta laptopnya. "Saya pikir kamu lupa jalan pulang," celetuk pria itu penuh sindiran. Ratih memutar bola matanya malas, memilih mengabaikan daripada berdebat lagi. Ratih sangat lelah hari ini, pekerjaannya begitu banyak dan memusingkan. "Loh, Bubu ke mana?" tanya Ratih langsung panik ketika tidak melihat beruang kutubnya berada di sofa samping jendela, biasanya Ratih akan bersantai di sana sambil membaca majalah. Pikiran Ratih langsung menjuru ke hal yang tidak baik, seperti Damian buang misalnya? Damian menaikkan sebelah alis. "Saya simpan," menjawab santai sambil menaikkan sebelah bahunya. "Kamu simpan di mana? Kamu buang ya?" Ratih langsung menghampiri Damian, wajahnya memberengut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD