28. Berkunjung ke Kediaman Laksa

2412 Words

Pagi-pagi sekali Ratih sudah bangun, dia melangkah menuju kamar untuk membersihkan diri dan berangkat ke kafe. Dalam keadaan tidak terlalu baik dengan Damian, Ratih akan lebih tenang jika berada di luar rumah--menyibukkan diri dengan segala pekerjaannya. Saat Ratih akan mandi tadi, Damian belum bangun. Dia masih tertidur pulas di tempat tidur, terlihat selimut hitam itu menutupi sebagian tubuhnya. Namun ketika Ratih selesai, ternyata pria itu juga sudah bangun. Sedang duduk di pinggiran kasur, memijat leher bagian belakangnya yang terasa pegal. Ratih tidak mau ambil pusing, tidak berniat juga menyapanya. Ratih berlalu begitu saja melewati Damian, melangkah menuju ruang pakaian. Melihat Ratih tak sama sekali menganggap kehadirannya, Damian nampak terkesiap. Setiap langkahan yang Ratih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD