Mendengar kedatangan Damian, Ratih langsung menyudahi kegiatannya membantu Bibi Rere di dapur. Mereka sedang sibuk membuat kue kering untuk camilan, ini adalah ide Ratih. "Mas ... kamu sudah pulang?" Ratih menyambut dengan senyuman terulas lebar. Sangat senang melihat kedatangan pria itu, lantas mengulurkan kedua tangannya ingin memeluk. Dengan manja, Ratih melingkarkan tangannya pada leher Damian. "Katanya cuman sebentar ke kantor, kok malah lama?" tanya Ratih masih bergelut mencari kenyamanan dalam pelukannya. Padahal cuman Ratih yang memeluk Damian, sementara pria itu tidak tertarik. "Saya sibuk, Ra." Damian mengurai pelukan Ratih, memijat pangkal hidungnya merasa amat lelah. "Saya istirahat dulu." Tidak memberi kesempatan untuk Ratih bersuara lagi, Damian berlalu begitu saja menuju ka

