Carren mengendarai mobil dengan kecepatan kilat, dia sudah tidak memperdulikan cacian dan makian yang dia dapatkan dari pengguna jalan lainnya, yang ada di otak Carren saat ini adalah menyelamatkan Kristal Big Power ke tempat yang aman.
Sekitar 20 menit Carren sampai ke rumahnya. Carren langsung memasukkan mobilnya ke dalam garasi, lalu dia langsung bergegas masuk ke dalam rumah.
"NOLANNN ... RENZOO ...." Carren memanggil kedua anaknya.
"NOLANNNN!! RENZOOO!! PAPA PULANG." Carren berteriak keras, namun tak ada jawaban dari kedua anaknya.
Karena tak ada jawaban, Carren langsung bergegas pergi ke kamar Renzo.
Carren membuka pintu kamar Renzo sangat pelan dan berhati-hati. Carren takut Renzo sudah tidur, dia tak ingin membangunkan Renzo.
Carren mengintip Renzo. "Sedang apa anak itu?" tanya Carren pada dirinya sendiri.
Carren mengamati Renzo dari pintu yang terbuka sedikit. Dia melihat Renzo sedang melakukan suatu hal yang cukup serius.
"Lintah ini sepertinya menjadi lebih kuat dengan bisa ular yang sudah aku campurkan ke dalam tubuhnya," ujar Renzo sambil mengamatinya lintah yang sangat agresif itu. Lintah itu dimasukkan ke dalam botol kaca tebal, namun botol kaca itu terlihat rapuh karena lintah yang terus memberinya ingin keluar.
"Selain bisa ular, ramuan penguat yang aku racik ternyata berhasil. Ini membuat lintahnya semakin ganas." Renzo tertawa puas melihat hasil karyanya.
"Aku harap kemampuanku akan berkembang pesat seiring waktu, lalu saat aku dewasa nanti, aku akan menguasai dunia ini." Renzo tertawa bangga.
Carren yang sejak tadi mengintip langsung terperangah dengan apa yang dia saksikan ini.
Renzo Lowden, anak pertamanya yang berusia 13 tahun sudah mempunyai niat menguasai dunia sejak kecil. Walaupun Carren tak tau apakah cita-cita itu serius atau tidak, tapi pasti yang Carren tau, Renzo bukan lah anak biasa. Bahkan diusianya yang masih muda seperti ini dia sudah menciptakan makhluk yang cukup berbahaya.
"Renzo benar-benar berbahaya. Dia memang cerdas, tapi kecerdasan Renzo membawa bahaya untuk dunia ini," celetuk Carren pelan.
"Untuk ukuran anak kecil seperti Renzo, sangat mustahil bisa menciptakan monster kecil yang berbahaya seperti itu. Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus membimbing Renzo ke jalan yang benar." Carren merasa gagal menjadi seorang ayah.
Carren menghela nafasnya kasar, lalu dia langsung menutup pintu dengan pelan.
Carren berjalan menuju kamar Nolan. Hanya Nolan lah harapan Carren satu-satunya. Dari pengamatan Carren, Nolan sama sekali tidak ingin kekuasaan, Nolan terlihat seperti orang biasa, dia ingin hidup tentang dan tentram. Meskipun begitu, kecerdasan Nolan tidak bisa diragukan, bahkan menurut Carren, Nolan lebih cerdas dan berpotensi dari Renzo. Hanya saja Nolan tidak tertarik dengan persaingan, oleh sebab itu kemampuannya tidak terlalu ditonjolkan.
Ceklekk
Carren masuk ke dalam kamar Nolan. Dia melihat Nolan yang sedang tertidur pulas.
"Nolan," Carren menggoyang-goyangkan tubuh Nolan, dia membangunkan Nolan.
"Nolann ...." Carren kembali membangunkan Nolan, namun Nolan belum juga terbangun.
"Nolan, bantu papa. Papa sedang ada dalam masalah." Carren berbisik di telinga Nolan.
Nolan langsung membuka matanya, dia mendengar bisikan dari papanya. Pendengaran Nolan memang sangat bagus. Tadi Nolan memang sengaja tidak bangun karena Nolan pikir papanya hanya iseng saja, namun setelah Carren berbisik meminta tolong, Nolan langsung membuka matanya.
Nolan langsung duduk, "Ada apa, pa? papa mau minta tolong apa?" tanya Nolan to the point.
Carren tersenyum, Nolan benar-benar anak yang baik. Meskipun masih berumur 10 tahun, Nolan sudah mempunyai rasa kepedulian yang cukup tinggi.
"Ada misi rahasia yang harus kamu dan papa jalankan. Papa ingin meminta tolong sama kamu, apa kamu mau menolong papa?" tanya Carren pada Nolan.
Nolan mengerutkan dahinya bingung, "Papa mau minta tolong apa?" tanya Nolan.
"Papa akan ceritakan semuanya pada kamu, tapi nanti, setelah kita sampai pada tempat tujuan kita. Sekarang kita harus pergi ke tempat tujuan kita terlebih dahulu." Carren mengajak Nolan pergi.
"Kita mau ke mana, pa?" tanya Nolan bingung.
"Tempat rahasia, ayo." Carren menjawab dengan cepat. Lalu setelah itu Carren langsung menarik tangan Nolan dan membawa Nolan ke tempat yang dimaksud olehnya.
Carren membawa Nolan ke dalam kamarnya. Lalu Carren masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamarnya.
"Kita mau ngapain di sini, pa? kok ke kamar mandi sih?" tanya Nolan bingung.
Carren tak menjawab apapun. Carren berjalan mendekati dinding kamar mandi. Dia melihat gantungan baju yang ditempel berbentuk zigzag di dinding kamar mandi.
"Papa liatin apa sih?" tanya Nolan penasaran.
Bukannya menjawab pertahanan Nolan, Carren malah menarik dengan tenaga gantungan baju itu dan mengubah posisinya menjadi lurus.
Nolan sedikit terkejut, yang dia tau gantungan baju yang sudah tertempel di dinding tidak bisa digerakkan lagi, dia sudah seperti tertanam atau terpaku permanen di dinding itu. Namun mengapa gantungan baju zigzag milik Carren berbeda? mengapa gantungan baju Carren bisa dipindahkan sesuai kemauan Carren.
Nolan memperhatikan Carren yang mengubah posisi gantungan baju zigzagnya menjadi lurus.
Lalu setelahnya Carren mundur beberapa langkah dari dinding itu, dan tak berapa lama, dinding itu terbelah menjadi dua membentuk sebuah pintu masuk
Nolan membelalakkan matanya lebar, mulutnya menganga lebar karena sangat terkejut melihat ini terjadi.
"Wow, amazing." Nolan masih terpaku melihat pintu rahasia yang ada di depan matanya itu.
"Apa ini, pa? kenapa bisa ada pintu rahasia di sini?" Nolan bertanya pada Carren.
"Ini pintu rahasia, hanya papa yang tau tentang pintu ini. Dan karena misi rahasia kita berdua, papa memberitahu kamu tentang misi ini. Ayo masuk ke dalam, papa akan menjelaskannya nanti." Carren menarik tangan Nolan, membawa Nolan masuk ke dalam pintu rahasia itu. Setelah masuk ke dalam, Carren langsung memencet tombol yang ada di pintu dalam, lalu dengan otomatis pintu rahasia itu kembali tertutup rapat.
"Wahhh ... ini seperti lift, lift rahasia." Nolan takjub melihatnya.
Carren tertawa geli, dia merasa gemas melihat reaksi Nolan.
"Ayo turun," Carren mengajak Nolan menuruni tangga.
"Apa kita sedang berada di ruang bawah tanah, pa? kamar papa kan ada di lantai satu, apa kita sedang ada di dalam tanah?" Nolan bertanya penasaran.
"Tentu saja, ini ruang rahasia bawah tanah yang papa buat sendiri. Kamu pasti suka," jawab Carren.
Benar saja, saat berhasil menuruni anak tangga yang cukup banyak, Nolan dikejutkan dengan apa yang dilihatnya saat ini.
"Ini benar-benar di luar nalar," celetuk Nolan terperangah.
Nolan sedang takjub memandangi ruangan laboratorium yang sangat lengkap, cantik, dan rapih ini.
"Laboratoriumnya sangat lengkap, dan apa itu, pa? apakah itu makhluk kecil dan imut ciptaan papa?" tanya Nolan penasaran. Nolan langsung berjalan mendekati makhluk itu. Itu makhluk kecil seperti ikan koi, namun memiliki bulu seperti kucing anggora.
"Astaga, kau sangat imut." Nolan melihat makhluk itu dari akuarium.
"Itu makhluk tidak berbahaya, papa hanya iseng saja menciptakannya," ujar Carren.
"Tapi Nolan, papa punya misi penting dan sangat rahasia. Papa ingin memberitahu ini pada mu." Carren mulai mengutarakan maksud dan tujuannya.
"Misi apa, pa? apapun akan Nolan lakukan untuk kebaikan," balas Nolan cepat.
Carren membuka tasnya, dia mengeluarkan Kristal Big Power dan menunjukkan pada Nolan.
"Wow, Kristal apa ini, pa? cantik sekali." Nolan tampak takjub melihat Kristal Big Power.
"Ini Kristal Big Power, Kristal ini papa ciptakan untuk keseimbangan dunia. Kristal ini menyimpan kekuatan besar. Jika kristal ini melebur bersama jantung manusia, maka kristal ini akan mengubah dunia. Semua portal yang ada di dunia ini akan terbuka, bisa dibilangin dunia ini akan menjadi transparan." Carren menjelaskan pada Nolan.
"Apa? apa papa tidak salah? bukannya untuk kebaikan, ini malah menjadi boomerang untuk kita. Ini sangat bahaya, pa, apa lagi kalau sampai jatuh ke tangan orang yang jahat dan tidak bertanggung jawab. Kenapa papa menciptakan ini? ini sangat bahaya." Nolan bingung atas dasar apa papanya menciptakan benda ini.
"Papa menciptakan ini untuk keseimbangan dunia. Kamu tau sendiri sejak beberapa tahun ke belakang banyak sekali makhluk mutasi dan spesies baru yang seperti monster ada di bumi ini. Ini semua karena ulah para ilmuwan yang sangat rakus dengan kekuasaan. Mereka berlomba-lomba untuk jadi penguasa dunia. Maka dari itu papa menciptakan Kristal ini." Nolan menjelaskan tujuannya menciptakan Kristal ini.
"Tapi bagaimana caranya, pa? bagaimana cara membuat dunia kembali seperti semula lagi?" tanya Nolan bingung.
"Dengan Kristal ini kamu bis-"
Duarrrrr!!!
Carren dan Nolan terkejut saat tiba-tiba terdengar ledakan dari luar.
"Suara apa itu, pa?" tanya Nolan panik.
"Papa juga gak tau, sepertinya suara ledakan yang sangat kuat. Apa itu tembakan? tapi siapa yang menembak?" tanya Carren yang juga bingung.
"Pa, kak Renzo tidur, ayo kita periksa keluar." Nolan mengkhawatirkan kakaknya yang sedang tidur.
"Ayo, papa juga lupa kalau Renzo lagi tidur. Astaga, ayo kita keluar." Carren menggandeng tangan Nolan.
"Ehh stop, tunggu sebentar." Carren berhenti berjalan.
"Ada apa lagi, pa?" tanya Nolan khawatir.
"Papa mau kasih tau ke kamu, kamu harus menjaga Kristal ini dengan baik. Banyak manusia jahat di luar sana yang sedang mengincar Kristal ini. Kamu harus melindungi Kristal ini, jangan biarkan Kristal ini jatuh ke tangan orang-orang yang jahat." Carren memberikan tasnya yang berisi Kristal Big Power pada Nolan, Carren memakaikan tas itu pada Nolan.
"Loh, kenapa kristalnya Nolan yang pegang, pa?" tanya Nolan bingung.
"Karena papa percaya sama kamu. Papa yakin kamu mampu melindungi dunia ini, papa yakin kamu mampu melindungi Kristal Big Power ini." Carren menjawab dengan yakin.
"Terus papa? kenapa gak papa aja yang simpan?" tanya Nolan semakin bingung.
"Mungkin papa bakalan sibuk setelah ini, jadi papa nitip ini ke kamu," jawab Carren.
Carren menatap Nolan dalam. Dia memegang kedua pundak Nolan dengan percaya diri. "Kamu harus berjuang demi kedamaian dunia ini. Simpan Kristal ini dengan baik. Kalau ada kejadian yang tidak diinginkan terjadi, kamu langsung saja masuk ke dalam ruang rahasia ini, simpan Kristal ini ke dalam ruang rahasia ini." Carren memberi arahan pada Nolan.
"Dan satu lagi, jangan pernah bicara tentang Kristal ini dan ruangan rahasia ini pada siapapun, termasuk kakak, bibi, paman, atau sahabat-sahabat kamu. Cuma kamu yang boleh tau tentang Kristal dan ruangan rahasia ini. Papa gak mau yang lain ada yang tau, kamu harus jaga rahasia ini." Carren memperingati Nolan.
"Kak Renzo juga gak boleh tau?" tanya Nolan bingung.
"Tidak, Renzo juga tidak boleh tau. Cuma kamu, cuma Nolan dan papa yang boleh tau rahasia ini. Mengerti?" tanya Carren meyakinkan Nolan.
Nolan mengangguk ragu. "Me-mengerti, pa," jawan Nolan terbata-bata.
"Ada satu hal penting lagi yang harus kamu ingat, sayang." Carren menatap Nolan serius.
"Jangan pernah percaya dengan siapapun, termasuk kak Renzo, paman, bibi, sahabat, atau teman-teman dekat kamu. Kamu tidak boleh percaya dengan orang lain selain diri kamu sendiri. Ingat, siapa saja bisa menjadi musuh kita. Bahkan orang-orang terdekat adalah musuh dan pengkhianat yang sesungguhnya." Carren bicara dengan tegas, mengingatkan Nolan agar tak percaya dengan siapapun.
"Apapun yang terjadi nanti, kamu jangan pernah menyalahkan keadaan. Itu semua adalah takdir yang harus kamu jalani. Terus lah belajar dan asah kemampuan kamu, jadi anak yang cerdas dan tetap berada dalam jalan kebaikan. Ingat, kamu ada di dunia ini, kamu terlahir di dunia ini untuk menyelamatkan dunia ini. Semua ada di tangan kamu, maka dari itu kamu harus jadi anak yang tangguh." Carren menyemangati Nolan.
Nolan diam, dia takut dan khawatir dengan semua yang Carren katakan. Otak Nolan benar-benar tidak bisa berpikir positif.
"Ayo, sekarang kita periksa keluar, papa khawatir dengan Renzo." Nolan menarik tangan Nolan, membawa Nolan pergi keluar.
Carren dan Nolan menaiki anak tangga, mereka keluar dari ruangan rahasia bawah tanah. Lalu dengan langkah cepat, Carren dan Nolan langsung keluar dari kamar.
"What? apa yang sedang terjadi, pa? kenapa semuanya berantakan?" tanya Nolan shock.
Nolan shock saat keluar kamar dia melihat isi rumahnya yang sudah berantakan seperti kapal pecah.
"Ayo ke kamar kakak." Carren menarik tangan Nolan menuju kamar Renzo.
Belum sampai Carren dan Nolan ke kamar Renzo, Renzo sudah keluar dari tempat persembunyiannya dan langsung memeluk Carren dengan erat.
"Papaaaa ...." Renzo berlari memeluk Carren.
"Ada apa ini, Renzo? apa yang terjadi? kenapa semuanya berantakan?" Carren bertanya pada Renzo.
"Ta-tadi a-ada o-om R-"
"Hallo, Carren." Roger muncul dari dalam kamar Renzo. Dia melambaikan tangan menyapa Carren dengan senyuman khasnya.
Carren terkejut melihat keberadaan Roger di rumahnya.
"Ro-Roger, kenapa kau ada di sini? bukankah tadi kau bilang ad ada kerjaan mendadak dan tidak sempat untuk mampir?" tanya Carren bingung bercampur khawatir.
Roger tersenyum manis. "Menang benar, tadi aku ada urusan. Urusan penting yang harus aku selesaikan secepatnya, dan aku ada di sini untuk menyelesaikan urusan itu."
Carren mengerutkan dahinya bingung. "Ma-maksud mu? urusan apa yang ingin kau selesaikan di rumah ku?" tanya Carren semakin bingung.
Bukannya menjawab, Roger malah menyeringai licik. Dia berjalan mendekati Carren, Renzo, dan Nolan.
"Untuk jadi penguasa dunia, bukankah aku harus mempunyai Kristal Big Power, Carren?" tanya Roger dengan alis yang diangkat sebelah.
"Pa, Renzo takut, pa." Renzo memeluk erat Carren, begitu juga dengan Nolan yang juga memeluk erat Carren.
Carren mundur beberapa langkah saat Roger berjalan mendekatinya.
"Di mana Kristal Big Power itu? berikan padaku. Aku ingin menjadi penguasa dunia. Jika aku sudah menguasainya dunia, aku akan mengangkat mu menjadi tangan kanan ku, Carren. Ayo, berikan Kristal itu padaku." Roger meminta Kristal Big Power pada Carren.
Carren menelan ludah tak percaya, ketakutannya tadi pada akhirnya benar-benar terjadi.
"Apa kau sudah gila, Roger?! ayo sadar lah! kau benar-benar gila!" Carren memaki Roger.
Bukannya marah, Roger malah tertawa terbahak-bahak. "Hahahahahhaa ... kau sangat lucu jika sedang marah seperti itu, Carren."
"Aku tidak sedang bercanda, Roger. Sadarlah!! apa kau sudah gila? tidak ada penguasa di dunia ini, semua manusia sama!"
"TIDAK!!!"
Roger langsung membentak Carren kuat.
Roger mendekati Carren, sangat dekat, mata mereka saling beradu pandang satu sama lain.
"Aku adalah calon penguasa di dunia ini, kau harus terima itu! aku yang paling layak untuk jadi penguasa di dunia ini!!" Roger bicara dengan mata melotot.
"BERIKAN KRISTAL ITU PADAKU!! BERIKAN!!!" Roger berteriak sangat kencang, Carren sampai menutup mata. Nolan dan Renzo juga ikut menutup mata ketakutan, mereka masih memeluk Carren dengan erat.
"Aku tidak akan memberikan Kristal itu ke tangan orang yang jahat dan licik seperti mu. Tidak akan kubiarkan Kristal itu jatuh ke tangan orang yang salah." Carren menolak memberikan Kristal itu pada Roger.
Roger menatap remeh ke arah Carren, lalu dengan secepat kilat Roger menampar pipi Carren dengan sekuat tenaga.
PLAKKKK!!!!
"BERIKAN KRISTAL ITU PADAKU, CARREN LOWDEN!!!!" bentak Roger kuat.
"PAPAAAAA!!!" Nolan dan Renzo berteriak kompak, mereka benar-benar shock saat papanya tiba-tiba ditampar oleh Roger.
Perlahan Carren mengangkat kepalanya yang tadi tertunduk, dia menatap tajam pada Roger. Carren tidak takut sama sekali pada Roger. Dia menatap remeh ke arah Roger.
Cuihh!!!
Carren meludahi wajah Roger.
"Jika kau cocok dan pantas menjadi penguasa, maka ciptakan lah Kristal itu sendiri. Apa kau sangat bodoh sampai-sampai tak mampu menciptakan Kristal itu sendiri?" tanya Carren sinis.
Wajah Roger memerah, emosinya benar-benar sudah ada di ambang batas. Harga diri Roger benar-benar sudah diinjak-injak oleh Carren.
Roger mengepalkan tangannya kuat, menahan emosinya supaya tidak meluap.
"Berikan Kristal itu padaku, b******n!!" gumam Roger menahan amarah.
Carren tersenyum remeh. "In your dream, friend!" balas Carren mengejek.
"Jika kau tidak memberikan Kristal itu padaku, maka beberapa menit lagi nyawamu akan melayang." Roger mengancam Carren.
"Papaaaaa!! papa Nolan takut, pa." Nolan beteriak seraya memeluk Carren lebih erat lagi.
"Renzo juga takut, pa. Ayo kita pergi!" Renzo juga merasa takut, dia juga memeluk Carren dengan erat.
Carren paham dengan ketakutan anak-anaknya. Tangan Carren memeluk kedua anaknya erat. Renzo memeluk pinggang Carren dari sebelah kanan, sedangkan Nolan memeluk pinggang Carren dari sebelah kiri.
"Enggak apa-apa, sayang. Iya kita pergi sekarang." Carren menenangkan anak-anaknya dan mengajak anak-anaknya pergi dari rumah.
"Aku tidak pernah main-main dengan ucapan ku Carren. Jika kau tidak memberikan Kristal Big Power itu padaku, maka akan ku pastikan nyawamu melayang. Jangan coba-coba berpikir ingin pergi dari rumah ini. Jika pergi pun, kau akan pergi ke neraka, bukan keluar dari rumah." Roger kembali mengancam Carren.
"Apa ink yang dinamakan sahabat, Roger?" tanya Carren serius.
"Bahkan aku sudah menganggap mu sebagai saudara ku. Susah senang kita lalui bersama, lalu hanya karena kekuasaan kau berubah menjadi manusia tamak nan licik seperti ini? apa kau tidak ingan seberapa berartinya hubungan persaudaraan kita?" tanya Carren pada Roger.
Roger tertawa sumbang. "Hahahaha ... kau pikir aku akan luluh dengan kata-katamu?"
"Tidak!! aku tidak akan luluh dengan kata-katamu itu! aku bukan orang bodoh seperti mu," ucap Roger tegas.
Carren tersenyum miris. "Rasanya miris sekali melihat sahabat sekaligus saudara kita berubah menjadi manusia gila kekuasaan. Tidak bisa ku pungkiri, hatiku benar-benar sakit. Lakukanlah apapun yang kau mau, tapi jangan menyesal di kemudian hari nanti." Carren tersenyum tulus. Dia benar-benar kecewa pada Roger.
"Ayo kita pergi dari sini." Carren mengajak Renzo dan Nolan untuk pergi.
Carren, Renzo, dan Nolan berbalik arah. Mereka berjalan pergi menjauhi Roger.
Nafas Roger naik turun, emosinya benar-benar sudah ada dipuncak dan siap diledakkan. Roger benar-benar kalap, dia tak punya hati nurani, bahkan dia tak punya rasa kasihan sama sekali.
Roger mengeluarkan pistol dari balik bajunya. Dia menatap pistol itu selama beberapa saat.
Roger melihat ke arah Carren yang sedang berjalan pergi bersama Renzo dan Nolan.
"Kau bilang aku sudah gila, lalu kenapa kau bermain-main dengar orang gila, Carren Lowden?" Roger bicara pelan seraya menatapi pistol yang ada di tangannya.
Roger kembali menatap Carren dan anak-anaknya. Lalu Roger tersenyum miring. "Aku memang sudah gila," gumam Roger pelan.
Roger membidik tepat ke kepala Carren, lalu dengan waktu seperkian detik, Roger langsung menekan pelatuk pistolnya, dan ...
DORRR!!!
"AAAAAAAAAAAA!!!!"
"PAPAAAAAA!!!"
Dengan sadisnya Roger menembak tepat di kepala Carren, membuat darah segar muncrat ke mana-mana.
Carren langsung tumbang ke lantai dan berlumur darah.
Renzo dan Nolan langsung jatuh terkulai ke lantai, bahkan mata mereka tak berkedip sama sekali. Pandangan mereka kosong, menatap ke arah jasad Carren yang berlumuran darah segar.
Jantung Renzo dan Nolan berdegup sangat kencang. Mereka benar-benar shock atas kejadian barusan.
Renzo menelan ludahnya. Dia melihat papanya yang sudah tak bernyawa dan berlumur darah. "Bilang kalau ini mimpi!! ini cuma mimpi!!" Renzo tremor, seluruh badannya bergetar hebat.
"THIS IS MY DREAM!! NOT REAL!!!" Renzo berteriak sekencang-kencangnya.
"PAPAAAAAAA!!!! BANGUN, PAAA!! BANGUN!!"
"Hiksss ... PAPAAAAA!!" Renzo menangis histeris seraya menggoyang-goyangkan jasad papanya.
Plakkk!!!
Renzo menampar pipinya sendiri.
"Katakan ini cuma mimpi, KATAKANN!! KATAKAN INI CUMA MIMPIII!!"
Plakk plakkk plakk!!
Renzo menampar pipinya bolak-balik sampai pipinya memerah. Rasa sakit di pipinya tak ada apa-apanya dengan rasa sakit hatinya.
"Papaaa ... ayo bangun, papa ... hikssss ... bangun, pa!!! papa janji mau ajarin Renzo jadi ilmuwan yang sukses, bangun, paaa, bangun!!" Renzo masih belum terima dengan kematian Carren. Dia terus menangis sambil bertemu histeris, dia juga terus mengguncang-guncangkan tubuh Carren, berharap Carren bangun dan sadar kembali.
Jika Renzo menangis histeris dan masih tak terima dengan kematian Carren, maka berbanding terbalik dengan Nolan.
Nolan masih menatap jasad Carren yang berlumur darah itu dengan tatapan bingung, shock, dan tidak percaya.
Nolan menelan ludah saat dia teringat dengan kata-kata papanya beberapa waktu yang lalu.
"A-apa ini maksud papa bicara seperti itu tadi?" tanya Nolan dalam hati.
"Apa ini sebabnya papa memberitahu ruang bawah tanah dan rahasia besar lainya padaku?" tanya Nolan lagi.
Sama seperti Renzo, Nolan juga merasakan kesedihan yang mendalam. Tapi saat mengingat apa yang dikatakan papanya beberapa waktu yang lalu, membuat air mata Nolan tertahan.
Nolan menggelengkan kepalanya. "Enggak! aku gak boleh larut dalam kesedihan ini, aku harus ingat misi yang papa berikan. Aku harus melindungi Kristal Big Power ini. Aku harus menyimpan Kristal Big Power ini ke dalam ruangan bawah tanah." Nolan bicara dalam hati.
Nolan berdiri, dia menatap jasad Carren beberapa detik. Lalu kemudian Nolan langsung berlari sekencang mungkin menuju kamar Carren.
Roger sempat bingung melihat Nolan yang tiba-tiba lari masuk ke dalam kamar. Tapi Roger kemudian berpikir bahwa Nolan masuk ke dalam kamar karena Nolan takut dengannya.
Kemudian Roger kembali menatap jasad Carren yang berlumur darah.
"Sudah ku bilang, aku adalah orang gila, dan kau tau itu. Lalu kenapa kau masih mau bermain-main dengan ku?" tanya Roger pelan.
"Aku memang sudah gila, dan kau menerima konsekuensi melawan orang gila seperti ku, Carren Lowden." Roger tersenyum miring.
"Sekarang aku harus mencari sendiri Kristal Big Power itu. Dasar, kau hanya menyusahkan aku saja!" gerutu Roger kesal.
Roger berjalan melewati Renzo. Dengan cekatan, Renzo langsung mengambil vas bunga dan melemparkannya secara brutal ke arah Roger.
Pranggg!!!!
Roger berhenti saat Renzo melemparkan vas bunga ke tubuhnya.
Roger memegang bahunya yang terasa basah. Lalu dia tersenyum miring. "Darah," ujarnya pelan.
Roger melirik ke arah Renzo. "Hey anak kecil, apa maksud mu melemparkan vas ke tubuhku? apa kau tidak tau itu membahayakan?" tanya Roger.
Renzo tersenyum remeh. "Apa kau tau kalau kau gila? om adalah orang tergila yang pernah aku temui!! kalau melemparkan vas bunga saja bahaya, lalu bagaimana dengan om yang menembak papaku sampai mati?!! apa itu tidak bahaya, hah?!! om benar-benar bodoh!!" Renzo memaki Roger.
"Kau!!!" Roger menunjuk Renzo emosi.
"Semua itu salah papamu!! kenapa dia tidak memberiku Kristal Big Power itu?! jika dia memberikan Kristal Big Power itu, maka aku tidak akan membunuhnya! itu semua salah papamu!! Kristal Big Power lah yang kuinginkan untuk menguasai dunia, bukan nyawanya. Tapi dia rela menukarkan nyawanya dengan Kristal Big Power itu!! dasar manusia bodoh!!!" Roger marah-marah. Sebenarnya membunuh Carren tidak ada dalam list Roger, tapi karena Carren tak memberikan Kristal itu pada Roger, maka Roger murka dan berakhir membunuhnya.
"Sudahlah! tidak perlu menangisi mayat itu. Dia sudah menjadi mayat, tidak akan bisa hidup lagi, kecuali jika dijadikan zombie. Jika kau mau, aku bisa mengubah papa mu menjadi zombie. Dengan begitu kau masih bisa hidup bersama papa mu, meskipun dalam wujud zombie." Roger menawarkan beberapa penawaran untuk Renzo. Lalu kemudian Roger langsung pergi meninggalkan Renzo sendiri. Dia pergi untuk mencari Kristal Big Power ke seluruh penjuru rumah.
*****
"Ini benar-benar di luar nalar. Ternyata papa sudah mengetahui semuanya. Itu sebabnya papa memberitahu aku tentang semua rahasia ini." Nolan meletakkan Kristal Big Power itu ke dalam ruangan rahasia yang ada di dalam laboratorium bawah tanah.
Laboratorium bawah tanah itu adalah ruang rahasia, namun di dalam laboratorium ada juga ruang rahasia lainnya. Bahkan Nolan baru mengetahuinya saat dia mencari-cari tempat yang aman untuk menyimpan Kristal Big Power itu.
"Aku harus cepat-cepat keluar dari ruangan ini supaya Om Roger tidak curiga." Setelah menyimpan Kristal dengan aman, Nolan langsung berlari keluar ruangan bawah tanah.
Di sisi lain, Roger benar-benar kesal, dia sudah menggeledah seluruh sudut rumah ini, tapi dia sama sekali tak menemukan keberadaan Kristal Big Power.
"Di mana Kristal Big Power itu berada? di mana dia menyembuhkannya?" tanya Roger kesal.
"Ooh, atau mungkinkah anak kecil itu ...."
"A-atau jangan-jangan Nolan yang menyimpan Kristal Big Power itu, makanya dia lari masuk ke dalam kamar. Iyakan? bisa jadi. Aku harus mencari Nolan." Roger langsung putar arah, dia kembali ke arah awal, Roger bergegas pergi ke kamar Carren.
Hanya butuh waktu 2 menit untung Roger sampai ke kamar Carren. Roger langsung mendobrak pintu kamar Carren.
Brakkk!!!
Nolan langsung terkejut, dia menangis kuat di pojok kamar. Nolan jongkok di sudut kamar, di samping lemari baju.
Roger berjalan mendekati Nolan. "Kau? kau tau di mana keberadaan Kristal Big Power itu berada kan?! dimana Kristal itu berada?!!" Roger membentak Nolan.
Nolan langsung menangis histeris, dia menangis ketakutan.
"Di mana kristal itu disembunyikan?!" tanya Roger lagi.
Nolan menggeleng-gelengkan kepalanya. "Eng-enggak ta-tau, om. Aku gak tau apa-apa," jawab Nolan terbata-bata.
"Jangan bohong!! di mana Kristal itu disembunyikan?!!" bentak Roger lagi.
Nolan semakin menangis histeris. "Eng-enggak tau, om," jawab Nolan ketakutan.
Roger mengacak rambutnya frustasi. "Arghh!! benar-benar menyusahkan!!!!"
"Dasar anak gak berguna!!"
Brakkk!!!
"Hikssss .... Aaaaaaa ... sakit, om ...." Nolan menangis kesakitan karena ditendang kuat oleh Roger.
Setelah melampiaskan kemarahannya pada Nolan, Roger langsung keluar dari kamar Carren.
"Ck, sia-sia menghabiskan waktu bertanya pada bocah tidak berguna seperti itu!" Roger berdecak kesal.
"Di Laboratorium tidak ada, di rumah tidak ada. Lalu di mana Carren menyembunyikan Kristal Big Power itu?" tanya Roger bingung, dia berpikir keras tentang dimana keberadaan Kristal Big Power itu.