** 14 . Kawan atau Lawan.

1087 Words

Part 14. Saat Reyn tiba di meja makan, Clara belum menyiapkan satu menu makan pun. Pria itu ingin marah, tetapi ia menahan diri. Bisa saja hal itu sengaja dilakukan Clara, karena ia memang sudah tidak betah di sini dan ingin pergi. “Maaf Tuan!” ucap Clara yang tiba-tiba muncul di belakang Reyn. “Duduklah!” titah Reyn seraya mendengus merasa kesal. Clara terpaksa menuruti titah dari Reyn. “Apa kamu benar-benar tidak betah bekerja padaku?” tanya Reyn. Ia melihat wajah Clara, mengamati ekspresi wajahnya. “Emm ... bukan begitu Tuan!” Clara memelankan suaranya ragu untuk menjawab. “Lantas apa yang kamu inginkan!” desak Reyn. Dengan tidak mematuhi perintah, itu artinya Clara sudah berusaha melawannya. Hening. “Tidak Tuan!” bantahnya. “Aku hanya ...,” ucapan Clara terhenti. “Teta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD