Heart Choice : Bab 45

1584 Words

Badai tidak merespon, tapi rasanya ingin menenggelamkan atau menghilangkan diri sekarang. Apalagi melihat raut wajah Zahra yang mengetat, seperti menahan amarah, kecewa dan luka. Menyesal juga karena hari ini dia hanya menurut saja saat sang ibu menyuruh mereka untuk pergi ke pusat perbelanjaan. Padahal dalam hati tidak suka. Kalau jalan dengan Zahra baru dia menyukai. Sayangnya, bukan hanya pergi bersama Salwa, nyatanya di pusat perbelanjaan malah bertemu Zahra dan Bu Mega. Entah ini keberuntungan atau kesialan sekarang. Cuma, melihat wajah Zahra sekarang yang tidak mau menatapnya, rasanya benar-benar berdosa sekali. Pasti gadis itu semakin terluka karenanya. 'Maafkan, Kakak, Aya,' batin Badai, rasanya ingin menjerit frustasi. "Kenapa kalian tidak menjawab pertanyaan tadi?" tanya B

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD