"Salwa." Sang bunda sedikit tidak enak dan heran melihat Salwa yang diam saja dengan tatapan kosong. Semua orang juga mendadak melihat ke Salwa. "Salwa," panggil sang bunda sedikit keras, membuat Salwa langsung tersadar seketika. Dia melihat tatapan keheranan orang-orang, kemudian tersenyum canggung. "Maaf, Bunda," ucap Salwa dalam keadaan menunduk. Sungguh dia sedikit malu, apalagi dalam khayalannya, melibatkan Ruian. Kalau kenyataan, pusar cowok itu pasti terbang melayang sampai ke awan. Tidak, tidak, tidak. Dia bergegas menghapus pesan yang terkirim ke Ruian tadi. Sedikit lega karena ternyata centang dua itu belum berubah menjadi biru. Berarti Ruian belum membacanya. Semoga saja Ruian tidak menanyakan atau penasaran dengan pesan yang dia kirim tadi. Memalukan sekali berkhayal seperti

