Salwa menatap Ruian dengan tatapan antara tidak percaya, tidak menyangka dan mungkin lebih ke, 'Serius? Ini pria mengajaknya nikah?' semudah itu? Jiwa Ruian sekarang ada di mana? Apa sedang terpisah dengan raganya? Atau ... benarkah pria di hadapannya adalah seseorang yang dulu pernah membuatnya kesal bukan main saat pertama kali mereka bertemu. Anehnya Syauqi malah mau berteman dengan Ruian. Sungguh diluar dugaan. Padahal adiknya tipe anak yang tertutup dalam menerima pertemanan. Membingungkan juga. Sebab, belum sampai mereka berbicara satu jam--- eh, jangankan satu jam, sepuluh menit saja tidak ada. Bagaimana bisa Ruian mengucap kata keramat. Patut dicurigai. Dia tidak mau berpikir aneh-aneh, tapi memang kenyataannya tidak bisa dipungkiri. Maksudnya, cukup membuatnya bertanya-tanya, ken

