Sebisa mungkin Ruian menahan luapan bahagia sekarang. Entah kenapa saat Salwa menyetujui usulan--- maksudnya menikah, itu terasa senang. Padahal, jangankan cinta, perasaan suka saja belum bisa dikatakan ada. Masih tipis-tipis mulai muncul di hatinya. Berbeda sekali saat dirinya akan dijodohkan dengan Zahra. Terkesan biasa saja, bahkan seperti tidak percaya. Bukannya tidak suka, tapi mengingat Zahra pernah menolak cintanya, dan sampai kapan pun nama Badai tetap di hati gadis itu, terasa percuma. Ibaratnya, bisa memiliki raga, tapi tidak pada hatinya. Siapa sih, yang akan bahagia bila menikah dengan orang tidak mencintainya. Lebih baik memilih hati yang baru. Baru? Entah ini pilihan yang tepat atau tidak. Sebab, hati Salwa juga sudah ada yang menepati. Lagi, lagi, atas nama Badai. Cuma

