Badai duduk di kursi kerjanya dengan mata terpejam. Semalam dia bicara pada sang ibu tentang masalah dan perasaannya. Dia jujur pada sang ibu tidak bisa menikahi Salwa, karena bukan hanya hatinya saja yang tidak bisa menerima. Pernikahan--- atau perjodohan paksa ini bukan hanya dia dirinya saja yang terluka nanti. Ada Zahra dan Salwa. Salwa mungkin terluka, karena setelah menikah nanti hidup dengan pria yang tidak mencintainya, begitu pula Zahra. Gadis itu pasti menangis dan bertambah hancur hatinya. Singkat cerita, tidak mungkin mereka akan bahagia menghadapi hidup, di saat ada air mata yang terus mengalir. Sang ibu tidak bisa berbuat apa-apa, tapi beliau akan mendukung keputusan yang dia ambil nanti. Mau pilih Zahra, gadis yang dicintainya atau Salwa, belum terima dan setuju. Asal dal

