Heart Choice : Bab 51

1262 Words

Sebelumnya, Ruian baru sampai di halaman parkir cafe langganannya. Kemudian keningnya berkerut melihat nomor plat mobil yang tidak asing di matanya. Mobil hitam itu milik seseorang, dan dia pernah melihatnya. Tapi di mana, wei? Sudahlah, dari pada bingung sendiri, lebih baik masuk ke dalam cafe, untuk menikmati secangkir kopi panas kesukaannya. Ruian berjalan masuk sembari bersiul kecil. Dia menghentikan langkahnya seketika, setelah melihat di depan sana. Badai dan Salwa duduk berhadapan. Oalah ... pantes mobil itu tidak terasa asing, ternyata mobil Badai, toh? Memang tidak etis menguping pembicaraan orang lain, tapi dia sangat penasaran, apa yang akan mereka bicarakan nanti. Jadi, jangan kaget kalau dia memilih duduk tidak jauh dari posisi kedua manusia keturunan Nabi Adam As itu. Sea

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD