Heart Choice : Bab 22

2499 Words

Dengan perasaan dongkol dan jengkel Zahra meminta pulang diantar oleh Ruian. Kebetulan pas berangkat ke kampus tadi, dia diantar oleh supir keluarganya. Sampai sekarang dia tidak habis thinking, Salwa mendatanginya di cafe, lalu berkata seperti itu. Wow, amazing sekali. Tadinya dia malas sekali harus meladeni Salwa dan ingin diam saja terserah gadis berhijab itu mau bicara apa. Berhubungan sebelumnya sudah menahan emosi, jadi dia meluapkan kekesalannya ke gadis yang mengklaim dirinya sebagai musuh. Hello ... dia lebih dulu kenal Badai, dan dia juga yang dicintai Badai, ditambah lagi mereka berdua sudah berpacaran. Hufft ... kalau mengingat itu, rasanya dia ingin sekali berteriak di wajah Salwa. Perempuan itu harus punya harga diri, woi! "Ah, jadi kesal lagi kan kalau mengingat tadi,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD