Badai sudah berusaha bilang ke sang ibu, tapi tetap saja, keputusan akhir tergantung pada ibunya. Dalam hati dia berdoa semoga sang ibu bisa melihat mata dan hatinya, yang benar-benar serius mencintai Zahra dan ingin hidup dengannya. Kenapa sih jalan percintaannya ini sangat rumit? Apa di masa lampau, dia pernah membuat kesalahan? Apa memang ini hanya ujian untuk menuju kebahagiaan. Restu dan cinta, kalau tidak memiliki keduanya tidak akan bisa bersatu. Tembok yang menjulang tinggi untuk hubungan mereka adalah restu dari kedua keluarga. Ini dia malah belum meminta izin ke kedua orangtua Zahra, loh. Benaknya juga bertanya-tanya, apakah keluarga Zahra akan menerimanya nanti? Bimbang, galau, dan kacau berkecamuk jadi satu di jiwa raganya. Dia masih bingung juga alasan sang ibu tidak menja

