Akhirnya Zahra mengetahui juga tentang perjodohan itu. Melihat mata memerah Zahra membuat dirinya merasa sangat bersalah. Namun masalah ini memang harus dibicarakan dulu dengan Zahra, lagipula sudah dia tidak bisa mengelak atau mencari alasan untuk tidak bilang yang sejujurnya. Takutnya Zahra akan semakin kecewa padanya. "Kakak nggak tahu harus jawab apa sekarang," ucap Badai. "Tapi Kakak akan menjelaskan semuanya pada kamu, Ya." "Jadi semua itu benar, Kak?" Dengan bibir sedikit bergetar, Zahra bertanya itu. Satu persatu puzzle hatinya mulai terkelupas, kalau tidak segera dia dikasih lem kembali. Takutnya nanti tidak akan menempel seperti sediakala. Lebih parahnya dia tidak akan percaya lagi yang namanya cinta. Karena cinta pertama dan berharap menjadi cinta terakhir tidak bisa dia milik

