39

2025 Words

Tokyo berubah seperti neraka. Lamia membaca artikel demi artikel yang tertulis dalam diam. Semua jurnalis membahas bagaimana tatanan baru belum seutuhnya benar atau sempurna. Para tikus yang masih gemar mencari celah untuk memperkaya diri sendiri belum menemukan karma setimpal. Mereka berbondong-bondong berusaha lari dari satu tempat ke tempat lain untuk menyelinap. Kemarahan terjadi hampir di setiap distrik walau pada akhirnya mereka mendapat pembungkaman secara pasti. Tersirat dalam bentuk fisik yang mencolok. Uang. Bila mereka diberi setumpuk uang, semua orang diam. "Aku membeli semua bahan-bahan dan menyimpan struk keseluruhan," kata Nata setelah selesai menata barang belanjaan. Kulkas dua pintu itu kini penuh. "Kau ingin sesuatu?" "Kau bisa melihat ini," tunjuknya pada layar table

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD