13

1638 Words

"Dia kanker? Dia pasti berbohong. Dia tidak akan semudah itu bertahan jika dia terkena kanker. Kau tahu, kanker. Dan itu mematikan." Attan Menma duduk, menyilangkan kaki di tengah pagi buta saat dia menyeduh anggur di dalam gelas berkaki, menatap Roose Nata dan Draco Ransom dengan kening mengernyit serius. "Aku jamin. Dia berbohong." "Seyakin itu?" Nata mendengus tajam. Dia bersandar, memejamkan mata. "Aku mencoba berbicara untuk memancingnya. Dan aku tidak mendapat apa-apa selain tatapan mengiba bercampur rasa kasihan." Ransom terkekeh ringan. Dia tampak santai dengan kedua bahu terangkat. "Sudah kuduga reaksinya akan tetap sama. Lamia tidak akan memandangmu dengan tatapan 'ah, kenapa begitu.' Dan segala macamnya. Kau juga bercerita alasanmu keluar dari Angkatan Udara?" Nata membuka ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD