14

2408 Words

Agnia menoleh dari piring buahnya bersama Lily yang menutup laptopnya ketika Lamia memasuki ruangan. Membawakan bungkusan berisi donat hangat dan minuman ringan untuk Lily. "Kau sudah sadar? Dokter Dahlia langsung menghubungiku ketika kau sadar pagi tadi." Lamia duduk di sofa, di samping Lily yang menatap bungkusan plastik itu dan meraihnya. Agnia mengangguk lemah. Dia menatap piring buahnya dan mengusapkan jemari lemahnya pada pelipisnya yang masih berdenyut. "Cornell Hiro benar-benar b******k!" Lamia terkekeh pelan dan Lily mendengus tajam. Tatapannya mencela pada Agnia ketika dia mengunyah potongan donat di dalam mulutnya. "Jaga bicaramu. Kau baru sadar." "Lamia, uangmu masih aman. Aku menaruhnya di brankas lain." Agnia menurunkan tangannya, menatap Lamia dengan helaan napas panjang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD