15

4271 Words

Lamia mengangkat alis. Menatap Adrian yang duduk di kursi dalam bayangan lampu ruangan yang redup. Pria bermasker itu tampak serius menata bukunya dan tidak lagi mengindahkan kehadiran Lamia di dalam ruangan. "Waw, aku pikir sekelas Roose Nata tidak mau menerima pekerjaan remeh begini?" Lamia berujar sarkatis, menutup bukunya dan mendengus pada Adrian. Adrian tampak tidak setuju saat dia memandang Lamia lain. Ekspresinya penuh perhitungan. Seolah dia berhati-hati dari seorang Agneli Lamia, sang predator buas. "Dia tertarik apa pun yang berbau denganmu," kata Adrian datar, kembali menata bukunya dan membalikkan badan agar Lamia tidak melihat bagaimana dia berusaha mungkin membangun wajah datarnya. "Sudah cukup lama." "Kau yakin?" Adrian mengangguk. Dia kembali duduk dan menatap mata La

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD