16

4070 Words

"Apa yang kau bicarakan?" Lamia mengangkat alis. Mengamati ekspresi Cornell Hiro dari jarak dekat membuatnya mendengus pelan, mengulas sebaris senyum simpul yang mencurigakan di mata seorang Hiro. Dia bungkam, tetapi otaknya bekerja keras untuk tahu apa yang gadis merah muda itu pikirkan tentangnya. Berada di militer membuat Hiro paham banyak hal. Dia harus mampu mengendalikan diri, mengendalikan ekspresi wajahnya sepanik apa pun dia. Termasuk bagian dalam pengendalian emosi tingkat dasar, Cornell Hiro bisa melakukannya. Dan mungkin, semua rekor yang dia capai selama di militer akan hancur tak bersisa. Terbang seperti bulu yang tertiup angin ke udara. Semua lenyap jika berhadapan dengan Agneli Lamia. Seperti menyelam jauh ke dalam Palung Mariana, begitulah saat Hiro mencoba membongkar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD