Aku hanya bisa menurut dan mengikuti langkahnya, dan sampailah kami di sebuah meja untuk duduk. "Eh... sorry," kak Axel langsung melepas genggaman tanganku, wajahnya pun berubah canggung, sepertinya dia juga baru tersadar jika sejak tadi dia menggenggam tanganku. "Mau pesen apa?" Kak Axel membuka-buka buku menu di hadapannya, aku mengikutinya dan melihat semua menu makanan yang tersedia sepertinya enak. Tapi aku bingung mau pilih yang mana. "Aku sama kayak kakak aja deh," jawabku akhirnya. Lalu matanya terlihat mencari-csri keberadaan seseorang, "mas..." kak Axel memanggil seorang waiters laki-laki yang ada di dekat kami. "Iya mas, mau pesen apa?" Tanya waiters tersebut setelah sudah berada tepat di sisi meja yang kami tempati. "Pesan ini, sama minumnya ini, maaing-masing dua porsi

