Yang Ingin Pergi

2859 Words

Dan di sini lah Farrel berada. Disisi ranjang perempuan yang dicintainya. Perempuan itu masih lemah. Walau sudah sadar sejak bermenit-menit lalu namun masih enggan membuka matanya. Ia malas membuka mata dan melihat Farrel. Meski Farrel terus memegang tangannya. Sesekali menciuminya dengan matanya yang basah. Hatinya terluka karena tak berhasil menyelamatkan kandungan istrinya. Ya, baru dua minggu dan sudah pergi. Fara sudah bisa menebak apa yang terjadi. Sebelum pingsan siang tadi, ia sudah menyadari apa yang keluar dari bagian bawah tubuhnya. Namun rasa bersalah lah yang ia rasa. Mungkin karena keegoisannya? Bisa jadi. Apalagi ia sudah dilarang naik pesawat namun masih mengotot. Lalu tak sedikit pun makan sejak kemarin. Ini juga belum menyentuh nasi. Hanya cairan infus yang masuk ke dalam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD