Tentu saja pelarian terang-terangannya tak berhasil. Apalagi Farrel malah mengangkat tubuhnya masuk ke kamar lalu menguncinya. Percuma melawan badan kekar Farrel, ia kalah tentu saja. Akhirnya, Fara hanya terperangkap di rumah itu lagi. Sementara Farrel sudah berada di kantor pagi ini. Ia tampak fokus dengan panggilan telepon pada Ferril. Hohoho. Farrel belum menyerah dengan keadaan ini. Meskipun ia sudah berupaya menerima Shabrina dan belajar menerapkan ilmu agama yang baik, namun selama dua minggu ditinggal Fara pun tak ada perubahan. Shabrina tak perduli sama sekali dengan kata-katanya. Segala kata-kata perintahnya hanya ditanggapi dengan tawa. Hal yang membuat Farrel hanya diam menahan emosi. Farrel juga meminta agar perempuan itu keluar dengan mengenakan kerudung tapi tak diperdulikan

