Bab 21. Menangis

1017 Words

Devina terus saja menangisi keadaannya saat ini. Dia tidak tahu harus melakukan apalagi saat ini karena semuanya buyar begitu saja. Terlebih ketika melihat pemberitaan di media tentang batalnya pernikahan sang kakak dengan kekasihnya, itu benar-benar menghantam benteng pertahanan Devina. Entah harus bagaimana dia menjalani hari-harinya setelah ini. Tapi yang pasti Devina belum bisa menerima keadaannya bahwa saat ini dia sedang mengandung benih milik Gerry. "Devina," panggil mbak Mita yang datang bersama para tetangganya yang lain. Melihat kehadiran Mbak Mita dan tetangganya yang lainnya membuat air mata Devina semakin mengalir dengan deras. Dia tidak tahu jika mereka masih memikirkannya dan mau menemaninya seperti ini. "Mbak," tangisnya terdengar sangat pilu dan menyedihkan hingga memb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD